Kompas.com - 26/12/2014, 07:04 WIB
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Sony akhirnya merilis film The Interview secara online pada Rabu (24/12/2014) sore waktu AS, atau Kamis (25/12/2014) dini hari waktu Indonesia. Namun, nampaknya penonton di Indonesia belum bisa menikmati film satir karya Seth Rogen tersebut. Pasalnya, The Interview hanya bisa dinikmati oleh penonton di AS saja.

Dikutip KompasTekno dari National Post, Rabu (24/12/2014), film kontroversial tersebut akan didistribusikan secara streaming melalui beberapa platform online, seperti situs YouTube, Google Play, Microsoft Xbox, serta website khusus yang dijalankan Kernel.com, yaitu SeeTheInterview.com.

Namun, film yang disebut-sebuat menjadi akar masalah dari peretasan server di Sony Pictures tersebut hanya bisa dinikmati oleh pemilik IP (Internet Protocol) yang beralamat di AS saja.

Menurut penelusuran KompasTekno, situs YouTube yang dibuat untuk melakukan streaming The Interview saat dikunjungi menampilkan pemberitahuan "This video is not available in your country."

Pun begitu dengan halaman Google Play yang menyediakan layanan streaming The Interview, karena layanan video milik Google tersebut saat ini belum tersedia di Indonesia. "Sorry! Movies on Google Play is not available in your country yet," demikian tulis Google di situsnya.

Sementara di halaman www.seetheinterview.com, di bagian FAQ yang menanyakan apakah pengunjung di luar AS bisa membeli film tersebut, pemilik situs menjelaskan bahwa saat ini peredaran The Interview hanya terbatas di AS saja.

"Anda hanya bisa membeli film ini dengan kartu yang dikeluarkan di AS dan hanya bisa streaming menggunakan IP Address AS," demikian tulis situs tersebut.

Di AS sendiri, film The Interview bisa dinikmati dengan cara menyewa seharga 5,99 dollar AS (sekitar Rp 75 ribu) selama 48 jam, atau membelinya dengan harga 15 dollar AS (sekitar Rp 190 ribu).

The Interview adalah film komedi satire yang bercerita tentang upaya pembunuhan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un oleh dua wartawan yang direkrut sebagai agen intelijen Amerika Serikat, CIA.

Karena film tersebut, pihak Korea Utara dituduh melakukan peretasan terhadap Sony Pictures. Kerugian Sony diprediksi mencapai Rp 1,2 triliun akibat tindakan peretasan tersebut. Meski begitu, Korea Utara berulang kali melontarkan bantahan, meskipun juga memuji kelompok yang melakukan peretasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.