Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/12/2014, 16:28 WIB
Deliusno

Penulis

KOMPAS.com - Beberapa hari setelah dapat ditonton secara online, film kontroversial The Interview mulai dibajak. Peminat versi bajakan dari film tersebut pun tercatat sangat tinggi.

Menurut data yang dihimpun oleh Torrent Freak, seperti KompasTekno kutip dari BGR, Sabtu (27/12/2014), file bajakan The Interview telah diunduh sebanyak lebih dari 200.000 kali melalui jaringan BitTorrent hanya dalam kurun waktu 10 jam saja.

Setiap jamnya, jumlah unduhan tersebut meningkat sangat drastis. Setelah 20 jam beredar di BitTorrent, jumlah unduhan telah mencapai angka 750.000.

Sementara, masih berdasarkan data yang dilansir oleh Torrent Freak, jumlah pengguna BitTorrent yang membagikan atau share film tersebut dikatakan telah mencapai 100.000 akun.

Lebih lanjut, Torrent Freak mengungkapkan, sebagian besar pengunduh film The Interview berasal dari luar Asia. Hal tersebut wajar terjadi, mengingat film ini baru beredar secara resmi di beberapa bioskop terpilih dan secara online di Negeri Paman Sam.

"Baru saja bergabung (ke layanan Torrent) untuk mengucapkan terima kasih, karena (The Interview) tidak dirilis di luar AS meski seharusnya sudah di waktu yang bersamaan. Saya akhirnya bisa menontonnya," komentar salah satu pengguna layanan peer-to-peer Torrent.

Film The Interview, yang bercerita mengenai dua pembawa acara bincang-bincang TV yang dikirim ke Korea Utara untuk menculik kepala negara Kim Jong-un, memicu serangan siber terhadap Sony.

Film ini dapat dinikmati mulai pukul 10.00 waktu pasifik di Google Play, YouTube Movie, Microsoft Xbox Video, dan situs web www.seetheinterview.com. Untuk menyaksikan film yang dibintangi Seth Rogen dan James Franco ini, Sony membanderol harga mulai 5,99 dollar AS-14.99 dollar AS (Rp 72.000-Rp 180.000).

Saat ini, belum ada televisi kabel atau satelit yang sepakat untuk menayangkan film The Interview melalui video on demand (VOD).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com