Samsung Gear S, Smartphone yang Melingkar di Tangan

Kompas.com - 30/12/2014, 15:04 WIB
Jam tangan pintar Samsung Gear S. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comJam tangan pintar Samsung Gear S.
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Smartwatch selama ini hanya merupakan gadget pelengkap. Sebagian besar dibekali fungsi seperti pedometer, pengukur pola tidur, sampai penghubung notifikasi dengan smartphone.

Namun fungsi-fungsi tersebut tidak mandiri, mereka baru bekerja penuh jika terhubung dengan smartphone. Samsung agaknya mencoba mendobrak ketergantungan itu melalui Gear S.

Tim KompasTekno sempat mencicipi gadget terbaru itu. Selama berkenalan dan mencoba fitur-fiturnya, kesimpulannya, Gear S boleh disebut smartphone yang menyusut ke dalam ukuran jam tangan.

Disebut sebagai smartphone karena di dalamnya, Gear S memiliki slot untuk meletakkan SIM Card. Selain itu, smartwatch ini juga dibekali dengan konektivitas ke internet, baik melalui jaringan selular atau WiFi.

Kemampuan konektivitas tersebut menjadi salah satu keunggulan Gear S. Namun apakah memiliki konektivitas sendiri berarti menjadi smartwatch yang mandiri? Simak ulasan tim KompasTekno berikut ini.

Desain

Samsung Gear S berwujud kotak, layaknya smartphone mini berukuran 2 inchi atau sekitar 5 centimeter. Bentuknya yang cekung membuat smartwatch ini tampak melekat di tangan. Meski cukup besar untuk sebuah jam tangan, smartwatch ini memberi kesan futuristik pada pemakainya.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com(kiri) Jam tangan biasa. (kanan) Jam tangan pintar Samsung Gear S.

Layarnya dari jenis AMOLED 480x360 piksel yang sanggup menampilkan warna serta gambar dengan jernih. Pada bagian bawah layar ini terdapat satu tombol fisik.

Jika tombol itu ditekan, ia akan mengantarkan pengguna ke layar utama atau memadamkan smartwatch. Selain tombol fisik ini, semua perintah dan navigasi Samsung Gear S dilakukan dengan sentuhan.

Pengguna yang mudah bosan dengan tampilan antarmuka jam tangan pun bisa mengubahnya sesuai dengan pilihan yang tersedia. Mulai dari tampilan jam digital sampai analog bisa dipasang pada Gear S ini.

Strap jam tangan cerdas ini dibuat dari karet. Ada sejumlah lubang ukuran yang disematkan padanya. Pengguna mudah melepas Samsung Gear S dari strap tersebut dan menggantinya dengan aksesoris lain.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com
Strap Samsung Gear S terbuat dari bahan karet dan dibuat mudah dilepas dari smartwatch tersebut.

Smartwatch ini juga memiliki speaker serta mikrofon di dalamnya. Speaker membuat smartwatch ini tidak terbatas pada getaran saja; pengguna bisa memanfatkannya untuk memutar musik.

Suaranya pun cukup nyaring, meski tidak senyaring speaker pada smartphone. Speaker ini ditambah dengan keberadaan microphone membuat Gear S bisa digunakan untuk bercakap-cakap saat menerima atau melakukan panggilan telepon.

Gear S dibekali dengan sejumlah sensor yang membantu menjalankan fungsinya. Pada bagian bawah, Anda akan menemukan sensor yang bisa digunakan untuk mengukur detak jantung penggunanya.

Selain sensor itu, ada juga slot untuk kartu SIM serta port pengisian daya. Sementara pada bagian atas permukaan layar terdapat sensor yang berguna untuk mengukur intensitas cahaya matahari.

Pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan pun bisa tenang ketika memakai smartwatch ini. Samsung telah membekalinya dengan sertifikasi IP67. Artinya smartwatch ini punya kemampuan tahan cipratan air sehingga tak masalah bila terpapar hujan.

Tapi kemampuan tahan airnya hanya sebatas itu. Gear S ini tidak dirancang untuk dipakai sambil berenang.

Hampir Mandiri

Hal paling menarik dari Samsung Gear S adalah fitur yang membuatnya hampir menjadi smartwatch mandiri. Jam tangan cerdas ini memiliki slot kartu SIM di bagian bawah perangkat.

Pemasangan kartu SIM pada smartwatch ini akan memungkinkan pengguna melakukan atau menerima panggilan telepon.

Selain fitur panggilan telepon, Gear S juga dibekali konektivitas WiFi maupun jaringan internet selular via kartu SIM yang disematkan di dalamnya.

Konektivitas WiFi ini dapat diaktifkan secara mandiri; tanpa harus mengandalkan koneksi internet milik smartphone.

Fitur panggilan serta konektivitas WiFi tersebut membuka alternatif penggunaan yang lebih luas. Ketika tidak terhubung kepada smartphone, smartwatch akan tetap bisa terhubung ke internet atau bisa juga dipakai untuk melakukan panggilan telepon.

KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
(Kiri) Jam tangan pintar Samsung Gear S menampilkan deretan aplikasi yang beroperasi dalam OS Tizen. (Kanan) Penampang belakang Gear S yang terdapat slot SIM card, senso, serta port charger.

Selain soal fitur panggilan, Gear S punya aplikasi fitness atau kesehatan yang cukup lengkap. Aplikasi bernama S Health ini terhubung dengan aplikasi serupa pada Samsung Galaxy Note 4.

Pada aplikasi inilah pengguna dapat mengatur pedometer, penghitung detak jantung, prediksi tingkat stress, sampai mencatat pola tidur.

Pedometer pada S Health tidak hanya merekam jumlah langkah penggunanya. Ada juga pilihan mode berupa Walking, Run, atau Hiking.

Selain S Health, Samsung juga telah membenamkan aplikasi pemutar audio di dalam Gear S. Keberadaan aplikasi ini juga memberi nuansa berbeda, ketimbangsmartwatch lain di pasaran.

Aplikasi pemutar musik dapat digunakan untuk memainkan audio berformat MP3, M4A, WMA, AAC, dan OGG. Tersedia sebuah ruang penyimpanan berkapasitas 4GB untuk menampung musik-musik ini.

Selain aplikasi yang sudah tersedia, pengguna dapat menambahkan aplikasi baru ke dalam Gear S. Namun jumlah aplikasi tersebut masih terbatas, pun hanya bisa di-install melalui perintah dari smartphone yang menjadi pasangannya.

Mulai dari sini, pengguna akan merasakan keterbatasan Samsung Gear S. Selain jumlah aplikasi yang terbatas serta instalasi yang mensyaratkan perintah via smartphone pasangan, smartwatch ini hanya bisa berpasangan dengan perangkat Samsung.

Pengguna bisa saja menghubungkan Bluetooth milik Gear S dengan smartphone selain Samsung, tapi aplikasi seperti S Health serta pengaturan lainnya tidak dapat dilakukan.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Jam tangan pintar Samsung Gear S bersama charger yang bisa berfungsi sebagai baterai cadangan.

Kesimpulan

Keberadaan smartphone Samsung mutlak sangat diperlukan oleh Galaxy Gear S. Tanpa smartphone ini, Gear S bukan apa-apa.

Bahkan, membeli Gear S tanpa memiliki smartphone Samsung berarti tidak bisa menyalakannya. Persoalan tersebut bisa terjadi karena ketika pertama kali menyalakan Gear S, perangkat akan langsung mencari koneksi ke smartphone Samsung untuk bisa melakukan pengaturan.

Dalam kasus ini, bila dipasangkan dengan smartphone di luar merek Samsung, Gear S hanya akan terhubung saja tanpa bisa melakukan apa-apa; cuma muncul pilihan untuk emergency calls.

Sedangkan bila terhubung ke smartphone Samsung (kami mencobanya menggunakan Galaxy Note 4) maka smartphone tersebut otomatis akan mengunduh aplikasi Samsung Gear beserta file-file yang dibutuhkan untuk konfigurasi Gear S; jam tangan cerdas itu pun bisa digunakan.

Setelah mencoba Samsung Gear S ini, tim KompasTekno menyimpulkan bahwa smartwatch tersebut belum bisa digunakan sebagai gadget yang mandiri. Namun sebagai pendamping smartphone Samsung Galaxy, gadget itu cukup mumpuni.

Kelebihan

+ Memiliki koneksi data dan WiFi sendiri
+ Charger dapat berfungsi seperti powerbank
+ Layar yang jernih

Kekurangan

- Pilihan aplikasi dan piranti lunak sedikit
- Cuma bisa berpasangan dengan smartphone Samsung
- Pemasangan aplikasi harus menggunakan smartphone Samsung


Spesifikasi

Dimensi : 39,9 x 58,1 x 12,5 mm
Layar : 2 inci Curved Super Amoled (360x480 piksel)
Prosesor : Dual Core 1 GHz
Jaringan : 900/2100/850/1900 (3G) dan 900/1800/850/1900 (2G)
RAM : 512MB
Memori Internal : 4GB
Sensor : acelerometer, gyroscope, compass, heart rate, ambient light, UV, barometer
Konektivitas :  WiFi 802.11 b/g/n, A-GPS/Glonass; Bluetooth 4.1; SB 2.0
Baterai : 300mAh Li-ion
OS : Tizen
Harga : Rp 3,5 juta

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X