Mimpi Bu Risma dan "Orang Gila" di Surabaya

Kompas.com - 07/01/2015, 10:25 WIB
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, memotong tumpeng dalam rangkaian acara peresmian coworking space ForwardFactory di Spazio, Pakuwon, Surabaya, Selasa (6/1/2014). Wicak Hidayat/KompasTeknoWalikota Surabaya, Tri Rismaharini, memotong tumpeng dalam rangkaian acara peresmian coworking space ForwardFactory di Spazio, Pakuwon, Surabaya, Selasa (6/1/2014).
|
EditorReza Wahyudi
SURABAYA, KOMPAS.com - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang akrab disebut Bu Risma, adalah salah satu tokoh Kepala Daerah yang banyak mendapat sorotan. Ia dipandang sukses melakukan perbaikan pada kota terbesar kedua di Indonesia itu.

Meski demikian, ia masih punya banyak mimpi untuk Surabaya. Salah satunya adalah menjadikan Surabaya salah satu pusat industri kreatif di Indonesia.

"Saya percaya, industri ke depan yang akan menguasai dunia adalah industri kreatif. Tapi, sudah lama saya mencari, siapa yang bisa memulai ini (di Surabaya)? Eh, datanglah mereka-mereka ini," ujar Risma saat peresmian ForwardFactory di Surabaya, Selasa (6/1/2014).

Risma merujuk pada program Start Surabaya yang digelar Kibar dan Enciety dengan dukungan Suara Surabaya dan Intiland. Risma pun tanpa tedeng aling-aling menyebut orang-orang yang menjalankan program itu sebagai "orang-orang gila".

Namun, ujarnya, memang untuk mendorong suatu perubahan dibutuhkan orang-orang yang kadang dicap gila oleh lingkungannya.

Ia pun demikian, kerap dipertanyakan dan diprotes oleh orang lain. Termasuk oleh kalangan pegawai di Pemerintah Kota. "Saya ini tiga tahun nggak ada rapat staf, mereka (pegawai Pemkot-red.) pada nanyain itu," ia mencontohkan.

Yansen Kamto, CEO Kibar, mengisahkan bahwa program Start Surabaya awalnya hendak digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), namun justru pihak ITS meminta agar program itu digelar lebih luas lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka Start Surabaya menjadi sebuah program yang melibatkan pihak swasta, akademisi, media, komunitas, industri dan teknologi.

Program itu akan memanfaatkan lokasi bernama ForwardFactory, sebuah coworking space untuk pengguna terdaftar yang berada di Spazio, Pakuwon, Surabaya Barat.

"Masalah terbesar orang Indonesia adalah tidak berani mengambil langkah pertama. Lewat Start Surabaya ini, kita mulai dari Surabaya, peduli Surabaya, peduli Indonesia," ujar Yansen.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.