Kompas.com - 12/01/2015, 11:08 WIB
Akibat memasang nama sebuah situs porno di seragam mereka, klub Rutherford Raiders dilarang ikut serta dalam sebuah kompetisi sepak bola mahasiswa. MirrorAkibat memasang nama sebuah situs porno di seragam mereka, klub Rutherford Raiders dilarang ikut serta dalam sebuah kompetisi sepak bola mahasiswa.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Nama sebuah situs porno di seragam klub Rutherford Raiders.

KOMPAS.com - Semakin banyak pengguna berlaih dari komputer desktop ke perangkat mobile untuk mengakses internet, demikian pula dalam hal menonton video porno. Itulah sekelumit kesimpulan yang bisa diambil dari data pengunjung yang dipublikasikan oleh situs video sharing PornHub.

Sebagaimana dikutip KompasTekno dari Mashable, Senin (12/1/2015), PornHub mengungkapkan bahwa sepanjang tahun lalu terjadi pergeseran tren perangkat yang digunakan untuk mengakses layanan video dewasa di situs tersebut.

Sebanyak 45 persen trafik menuju PornHub pada 2014 berasal dari ponsel, lebih tinggi dari desktop yang mencatat angka 44 persen. Sisanya, sebanyak 11 persen, datang dari perangkat jenis tablet.

Angka tersebut berbeda dari tahun sebelumnya (2013), di mana desktop masih menyumbang porsi terbesar dengan angka 51 persen, sementara ponsel dan tablet masing-masing berkontribusi sebanyak 40 persen dan 9 persen.

Pengunjung PornHub mayoritas adalah pria dengan presentase global sebesar 77 persen. Sebanyak 78,9 miliar video porno telah disimak oleh pemirsa situs ini sepanjang 2014.

PornHub Presentasi jenis perangkat yang dipakai untuk mengakses PorhHub sepanjang 2014


Tentu, PornHub hanyalah salah satu dari sekian banyak penyedia layanan pronografi yang beredar di internet.

Namun, posisinya sebagai situs yang sangat populer sedikit banyak bisa memberi gambaran tentang perubahan tren perangkat yang dipakai untuk konsumsi konten porno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia, PornHub termasuk dalam daftar situs bermuatan negatif yang aksesnya telah lama diblokir oleh para penyedia layanan internet, sesuai dengan instruksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Oktober lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Kerja, Rudiantara, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memblokir situs-situs bermuatan pornografi di Tanah Air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber MASHABLE
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.