Inggris Mendadak Mau Blokir WhatsApp, Ada Apa?

Kompas.com - 13/01/2015, 12:43 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris, David Cameron, berencana melarang penggunaan layanan komunikasi terenkripsi, seperti BBM, WhatsApp, Snapchat, atau Apple iMessage.

Menurut Cameron, aplikasi tersebut menyediakan ruang yang "aman" bagi para teroris untuk saling berkomunikasi. Hal ini karena proses enkripsi di aplikasi instant messenger tidak memungkinkan siapapun, termasuk pemerintah, untuk "menguping" percakapan orang lain.

Wacana yang terkesan mendadak ini timbul dari kekhawatiran Cameron bersumber dari insiden penyerangan di kantor majalah Charlie Hebdo, Paris. Pekan lalu, majalah satir tersebut diserang kelompok bersenjata hingga menewaskan 12 orang.

"Apakah kita ingin menyediakan sarana komunikasi antar ekstrimis?" kata Cameron, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dikutip KompasTekno, Selasa (13/1/2015).

Wacana Cameron untuk melarang penggunaan WhatsApp dan sejawatnya, bertentangan dengan visi perusahaan-perusahaan teknologi komunikasi.

Perusahaan-perusahaan seperti Google, Apple Yahoo, Facebook, dan lainnya, memiliki visi untuk terus menjamin privasi data pengguna dengan menggunakan teknologi enkripsi pada produk dan layanannya.

Sebelumnya, pada tahun 2011, Cameron juga lantang menyuarakan pelarangan aplikasi BBM, Twitter, dan Facebook. Menurutnya, aplikasi-aplikasi itu mempermudah kelompok pemberontak di London untuk mengumpulkan massa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.