Kompas.com - 14/01/2015, 11:59 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Pada kuartal III 2014, kecepatan koneksi internet negera-negara di Asia Pasifik mengalami penurunan global sebesar 2,8 persen menjadi 4,5 Mbps dari kuarter sebelumnya 12,6 Mbps. Namun, kecepatan internet Indonesia justru mengalami peningkatan cukup tajam.

Sebagaimana dilaporkan Akamai dalam "State of Internet" dan dikutip KompasTekno, Senin (12/1/2014), kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia naik 49 persen menjadi 3,7 Mbps dari kuartal II 2014.

Peningkatan kecepatan tersebut membuat peringkat internet Indonesia naik dari urutan ke-101 menjadi urutan ke-77 di seluruh dunia.

Laporan tersebut juga menunjukkan peningkatan signifikan jumlah pengguna internet di Indonesia yang telah terkoneksi dengan jaringan broadband berkecepatan lebih dari 4 Mbps, yakni sebanyak 35 persen. Capaian ini meningkat 250 persen dari kuartal II 2014.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan bahwa peningkatan kecepatan internet di Indonesia tak lepas dari pembangunan infrastruktur layanan broadband, seperti fixed line broadband, yang dikembangkan beberapa perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

Layanan fixed line broadband merupakan jaringan internet berbasis kabel dan fiber optic, bukan wireless selama ini lebih banyak digunakan di Indonesia.

"Faktornya karena banyak operator yang bikin home passed. Ada First Media dan Telkom misalnya," kata Menteri Rudiantara saat ditemui KompasTekno di kantor Kominfo, Jakarta (13/1/2015).

Akhir tahun lalu, Telkom telah mencanangkan penambahan 13 juta sambungan kabel ke rumah-rumah (home passed) pada 2015 dengan investasi hingga Rp 21,19 triliun.

First Media dan MNC juga menyediakan layanan serupa, yakni internet hingga kecepatan 100 Mbps dengan mengadopsi teknologi fiber optic ke rumah-rumah.

Ke depannya, Menteri Rudiantara menargetkan pengembangan 4G LTE (Long Term Evolution) sebagai bagian dari proyek Indonesia Broadband Plan (IBP).

"Pengembangannya akan dimulai awal tahun ini dimulai dari cluster per cluster. Harapannya tahun 2019 semua bisa rampung," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.