Kompas.com - 19/01/2015, 11:26 WIB
|
EditorReza Wahyudi

Fitur lain yang menarik adalah S Health yang berfungsi sebagai aplikasi kesehatan. Aplikasi ini dapat dihubungkan dengan smartwatch Galaxy Gear S besutan Samsung. Fungsinya sebagai pencatat jumlah langkah Anda, mencatat makanan apa saja yang dimakan, sampai mengukur detak jantung Anda.

Sensor detak jantung yang ada di bagian bawah kamera bisa digunakan untuk mengukur detak jantung, tingkat stress, dan saturasi oksigen dalam darah. Penghitung detak jantung ini memang tidak cukup akurat. Karena hal itu, penggunaan fitur ini bukan untuk tujuan medis, hanya sebagai penunjang aktivitas fitness saja.

Selain itu, agak merepotkan bila setiap mengukur detak jantung harus meletakkan jari di bawah kamera. Soal pengukuran ini, akan terasa lebih enak jika memadukannya dengan smartwatch atau smartband.

Pengguna dapat mengintip berapa jumlah langkahnya dalam sehari melalui aplikasi S Health. Hitungan jumlah langkah dilakukan menggunakan pedometer yang aktif di latar belakang.

Screenshot
Aplikasi S Health sebagai asisten kebugaran pengguna Samsung Galaxy Note 4

S Health juga dibekali mode untuk mencatat seberapa efektif tidur penggunanya. Fitur ini dapat diaktifkan menggunakan perangkat tambahan, seperti Galaxy Gear S. Saat penggunanya tidur sambil memakai Galaxy Gear S, sensor gerakan-gerakan yang terjadi. Pengguna dapat melihat seberapa nyenyak tidurnya melalui presentase yang ditampilkan.

Kinerja lancar

Mulus. Satu kata itu sudah cukup untuk menggambarkan kinerja prosesor octa-core dan RAM 3GB dalam Galaxy Note 4. Smartphone ini memanjakan penggunanya. Game 3D, online atau menjalankan beberapa fitur sekaligus bisa dilakukan tanpa hambatan.

Sebagai catatan, Galaxy Note 4 yang diuji KompasTekno merupakan model yang menggunakan prosesor octa-core Exynos 5433 1,9 GHz versi non LTE dan chip grafis Mali-T760.

KompasTekno mencobanya menggunakan game Front Commando: D-Day. Ronde demi ronde pun berlalu tanpa kesulitan. Tak ada lag atau gambar yang tiba-tiba membeku. Kontrol dapat berjalan sempurna dan yang paling penting, Anda tidak akan mengeluarkan sumpah serapah cuma karena game yang force quit di tengah jalan.

Game lain yang kami coba, seperti Clash of Clan, Spider-Man: Unlimited, Chain Chronicle, atau Badland pun bisa dimainkan tanpa kendala.

Daya tahan baterainya pun tergolong baik. Baterainya tak terkuras habis setelah digunakan untuk bermain game sekitar satu jam, beberapa kali web browsing, mengunggah foto ke Path dan Instagram dan menggunakannya untuk kebutuhan berkomunikasi. Dalam penggunaan wajar seperti itu, Galaxy Note 4 bisa bertahan hampir seharian.

Pengguna memang belum bisa lepas dari ketergantungan terhadap charger. Tetapi smartphone ini, dengan layar QHD yang memakan banyak daya, termasuk cukup tangguh karena maksimal hanya membutuhkan dua kali charge dalam sehari. Tentu ini bervariasi tergantung intensitas penggunaan smartphone.

Pengisian daya pun bisa dilakukan dengan cepat. Dalam 30 menit, daya sudah bisa terisi sampai 50 persen. Cukup praktis, bukan?

Bila Anda dalam keadaan darurat dan baterai sudah mau habis, ada pilihan Ultra Saving Mode. Mode ini membuat smartphone hanya mengaktifkan fitur-fitur basic, seperti telepon dan pesan teks. Warna pun direduksi menjadi hitam putih, sebagai ganti konsumsi daya yang jauh lebih irit.

Fitur lain yang  menonjol adalah kemampuan multitasking. Twitter, Facebook, Instagram dan peramban bisa dibuka sekaligus lalu disusutkan menjadi jendela-jendela mini. Aplikasi-aplikasi tersebut juga bisa perkecil hingga berbentuk ikon bulat, mirip dengan Facebook Messenger.

Screenshot
Smartphone ini mempunya fitur multitasking sehingga beberapa aplikasi bisa dijalankan sekaligus dan diletakkan dalam jendela berukuran lebih kecil

Pengguna cukup mengusap sudut layar maka aplikasi yang mendukung multitasking akan mengecil, membentuk sebuah jendela yang ukurannya bisa diatur. Fitur yang efektif untuk membuka aplikasi demi aplikasi dengan cepat.

Pertanyaannya hanyalah, apakah fitur multitasking seperti ini benar-benar berguna untuk smartphone atau lebih baik disematkan ke tablet?

Fitur menarik lain di dalam smartphone ini adalah aplikasi perekam suara. Fitur ini sangat berguna untuk mereka yang seringkali melakukan wawancara atau punya kebutuhan untuk merekam sebuah pertemuan. Di dalamnya ada beberapa mode: Normal, Interview, Meeting dan Voice Memo. Pilihan mode tersebut berguna untuk menentukan mic yang aktif merekam suara.

Pada mode normal hanya satu mic yang diaktifkan. Kemudian pada mode interview, mic pada bagian atas dan bagian bawah layar. Mode meeting akan membuat delapan buah mic di sekeliling smartphone ini aktif dan menjadikannya lebih sensitif terhadap suara. Terakhir, voice memo berfungsi untuk merekam catatan suara. Setiap mode tersebut memiliki sensitifitas yang berbeda.

Kamera

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.