Review: Galaxy Note 4, Rajanya Smartphone Jumbo

Kompas.com - 19/01/2015, 11:26 WIB
Screenshot
Aplikasi S Health sebagai asisten kebugaran pengguna Samsung Galaxy Note 4

S Health juga dibekali mode untuk mencatat seberapa efektif tidur penggunanya. Fitur ini dapat diaktifkan menggunakan perangkat tambahan, seperti Galaxy Gear S. Saat penggunanya tidur sambil memakai Galaxy Gear S, sensor gerakan-gerakan yang terjadi. Pengguna dapat melihat seberapa nyenyak tidurnya melalui presentase yang ditampilkan.

Kinerja lancar

Mulus. Satu kata itu sudah cukup untuk menggambarkan kinerja prosesor octa-core dan RAM 3GB dalam Galaxy Note 4. Smartphone ini memanjakan penggunanya. Game 3D, online atau menjalankan beberapa fitur sekaligus bisa dilakukan tanpa hambatan.

Sebagai catatan, Galaxy Note 4 yang diuji KompasTekno merupakan model yang menggunakan prosesor octa-core Exynos 5433 1,9 GHz versi non LTE dan chip grafis Mali-T760.

KompasTekno mencobanya menggunakan game Front Commando: D-Day. Ronde demi ronde pun berlalu tanpa kesulitan. Tak ada lag atau gambar yang tiba-tiba membeku. Kontrol dapat berjalan sempurna dan yang paling penting, Anda tidak akan mengeluarkan sumpah serapah cuma karena game yang force quit di tengah jalan.

Game lain yang kami coba, seperti Clash of Clan, Spider-Man: Unlimited, Chain Chronicle, atau Badland pun bisa dimainkan tanpa kendala.

Daya tahan baterainya pun tergolong baik. Baterainya tak terkuras habis setelah digunakan untuk bermain game sekitar satu jam, beberapa kali web browsing, mengunggah foto ke Path dan Instagram dan menggunakannya untuk kebutuhan berkomunikasi. Dalam penggunaan wajar seperti itu, Galaxy Note 4 bisa bertahan hampir seharian.

Pengguna memang belum bisa lepas dari ketergantungan terhadap charger. Tetapi smartphone ini, dengan layar QHD yang memakan banyak daya, termasuk cukup tangguh karena maksimal hanya membutuhkan dua kali charge dalam sehari. Tentu ini bervariasi tergantung intensitas penggunaan smartphone.

Pengisian daya pun bisa dilakukan dengan cepat. Dalam 30 menit, daya sudah bisa terisi sampai 50 persen. Cukup praktis, bukan?

Bila Anda dalam keadaan darurat dan baterai sudah mau habis, ada pilihan Ultra Saving Mode. Mode ini membuat smartphone hanya mengaktifkan fitur-fitur basic, seperti telepon dan pesan teks. Warna pun direduksi menjadi hitam putih, sebagai ganti konsumsi daya yang jauh lebih irit.

Fitur lain yang  menonjol adalah kemampuan multitasking. Twitter, Facebook, Instagram dan peramban bisa dibuka sekaligus lalu disusutkan menjadi jendela-jendela mini. Aplikasi-aplikasi tersebut juga bisa perkecil hingga berbentuk ikon bulat, mirip dengan Facebook Messenger.

Screenshot
Smartphone ini mempunya fitur multitasking sehingga beberapa aplikasi bisa dijalankan sekaligus dan diletakkan dalam jendela berukuran lebih kecil

Pengguna cukup mengusap sudut layar maka aplikasi yang mendukung multitasking akan mengecil, membentuk sebuah jendela yang ukurannya bisa diatur. Fitur yang efektif untuk membuka aplikasi demi aplikasi dengan cepat.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorReza Wahyudi

Close Ads X