Review: Galaxy Note 4, Rajanya Smartphone Jumbo

Kompas.com - 19/01/2015, 11:26 WIB
Screenshot
Penampang Kamera Samsung Galaxy Note 4

Pertanyaannya hanyalah, apakah fitur multitasking seperti ini benar-benar berguna untuk smartphone atau lebih baik disematkan ke tablet?

Fitur menarik lain di dalam smartphone ini adalah aplikasi perekam suara. Fitur ini sangat berguna untuk mereka yang seringkali melakukan wawancara atau punya kebutuhan untuk merekam sebuah pertemuan. Di dalamnya ada beberapa mode: Normal, Interview, Meeting dan Voice Memo. Pilihan mode tersebut berguna untuk menentukan mic yang aktif merekam suara.

Pada mode normal hanya satu mic yang diaktifkan. Kemudian pada mode interview, mic pada bagian atas dan bagian bawah layar. Mode meeting akan membuat delapan buah mic di sekeliling smartphone ini aktif dan menjadikannya lebih sensitif terhadap suara. Terakhir, voice memo berfungsi untuk merekam catatan suara. Setiap mode tersebut memiliki sensitifitas yang berbeda.

Kamera

Kamera utama Samsung Galaxy Note 4 bertenaga 16 megapiksel. Kekutan yang cukup untuk memberikan hasil jepretan yang detil. Hasil fotonya menunjukkan warna jernih, jelas, dan sedikit tersaturasi. Kamera ini juga dibekali dengan segudang pilihan mode. 

Mode pemotretan tersebut antara lain Rear-Cam Selfie yang memudahkan pengguna saat melakukan foto selfie dengan kamera belakang. Dengan mode ini kamera akan secara otomatis mengambil gambar saat wajah sudah dikenali melalui fitur face-detection. Pengguna juga bisa menjepret foto dengan menyentuh bagian sensor sidik jari.

Mode menarik lainnya adalah Selective Focus yang memungkinkan pengguna memilih fokus pemotretan. Fungsinya untuk menonjolkan satu objek dan membuat latar belakang atau objek lain menjadi blur. Kemudian terdapat mode Virtual Tour yang membuat kamera bisa memotret hingga 360 derajat.

Screenshot
Pilihan mode dalam kamera Samsung Galaxy Note 4

Kamera ini juga dilengkapi Mode HDR atau high dynamic range. Ketika mode ini dihidupkan, smartphone akan otomatis menyeimbangkan highlight danshadow dalam sebuah foto. Mode ini berguna pada situasi pencahayaan yang kontras. Asyiknya, shutter kamera tetap mulus tanpa delay meski mode HDR hidup. Smartphone tertentu akan mengalami delay setelah pengguna menekan tombol shutter pada mode HDR.

Pengguna juga dapat mengunduh berbagai mode tambahan yang disediakan di toko aplikasi Samsung. ISO, White Balance, serta Metering dapat disesuaikan secara manual. Hal ini membuat pengguna lebih fleksibel dalam menentukan kualitas jepretannya.

Tampaknya kamera ini juga sudah dipersiapkan untuk bertemu pengguna yang hobi mengunggah foto di Instagram. Di dalam pilihan resolusi gambarnya, Samsung menyematkan pilihan format kotak 1:1 dengan ketajaman 8,9 megapiksel. Hasil jepretan dengan format ini bisa langung diunggah ke layanan berbagi foto itu tanpa harus di-crop.

Ada satu fitur yang tak begitu terasa, namun sangat berjasa membuat hasil jepretan Anda tidak blur. Fitur itu adalah Optical Image Stabilizer (OIS) pada kamera ini. Dengan adanya OIS, pengguna bisa lebih tenang saat memotret karena getaran tangan atau goyangan dapat diredam sampai tahap tertentu.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorReza Wahyudi

Close Ads X