Rahasia Xiaomi Bisa Untung Jualan Android Murah

Kompas.com - 19/01/2015, 15:23 WIB
Smartphone flagship terbaru dari Xiaomi, Mi Note. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comSmartphone flagship terbaru dari Xiaomi, Mi Note.
|
EditorReza Wahyudi
BEIJING, KOMPAS.com - Xiaomi dikenal memiliki lini smartphone dengan spesifikasi dan performa unggul, namun harga jualnya sedikit di bawah rata-rata smartphone lain sekelasnya.

Dengan skema demikian, sulit untuk membayangkan berapa keuntungan yang didapat Xiaomi dari setiap produk smartphone-nya. Menurut laporan Reuters, operating margin Xiaomi pada tahun 2013 hanya tercatat sebesar 1,8 persen.

Meski tipis, penjualan Android Xiaomi tetap bisa untung. Hugo Barra selaku Vice President Global Xiaomi menceritakan kepada KompasTekno, bagaiamana perusahaan rintisan Tiongkok itu mendapatkan untung.

Saat ditemui seusai peluncuran duo Mi Note di Beijing, Kamis (5/1/2015), Hugo bertutur bahwa kuncinya adalah mempertahankan produk di pasar dalam jangka yang lama.

"Kami memiliki lini produk yang dijual dalam rentang waktu yang lebih lama dengan harga yang stabil, seperti Redmi 1S dan Redmi Note di segmen entry-level," ujar Hugo.

"Seiring dengan waktu, harga komponen tiap-tiap produk tersebut akan turun, sementara harga jualnya tetap sama, di situlah margin akan muncul," demikian terang Hugo.

Saat-saat awal, mungkin margin-nya akan tipis, namun semakin lama produk tersebut beredar di pasaran, maka margin akan semakin besar karena harga komponen juga akan turun.

Hugo juga mencontohkan Xiaomi Mi Note yang baru saja diluncurkan. Menurutnya, perangkat seperti Mi Note umurnya bisa mencapai dua tahun di pasaran.

Hal tersebut berbeda dengan strategi vendor-vendor smartphone besar lain, seperti Samsung dan Sony yang memiliki siklus produk lebih cepat sekitar 6 hingga 9 bulan.

Selain itu, Xiaomi juga menjual beragam aksesori untuk produk-produknya, seperti casing smartphone, earphone, dan sebagainya. Penjualan aksesori itu juga akan mendatangkan pendapatan bagi Xiaomi.

Metode penjualan melalui e-commerce juga dipilih untuk memangkas biaya pemasaran. Mereka tidak membutuhkan distributor atau reseller.

Selain itu, biaya pemasaran juga dipangkas karena Xiaomi hanya mengandalkan metode pemasaran melalui jejaring sosialnya.

"Dengan berjualan melalui situs web e-commerce, kami tidak perlu memiliki distributor dan reseller, kami menjualnya langsung, karena itulah harganya bisa sangat murah," kata Hugo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X