Apa yang Terjadi Setelah "Checkout" di Lazada?

Kompas.com - 21/01/2015, 09:24 WIB
(ki-ka) Chief Commercial Officer Lazada Indonesia Renee Janssen, Chief Executive Officer Lazada Indonesia Magnus Ekbom, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Sebastian Sieber, Senior Vice President Operational Lazada Indonesia Ryn Hermawan Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com(ki-ka) Chief Commercial Officer Lazada Indonesia Renee Janssen, Chief Executive Officer Lazada Indonesia Magnus Ekbom, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Sebastian Sieber, Senior Vice President Operational Lazada Indonesia Ryn Hermawan
|
EditorWicak Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com - Membuka web, memilih barang hanyalah sebagaian kecil dari belanja online. Proses yang sebenarnya baru mulai setelah Anda mengklik tombol checkout pada pemampang situs belanja online.

Setelah pembeli melakukan pesanan, proses berlanjut di gudang situs tersebut. Di sana berjajar rak-rak yang berisi barang rumah tangga seperti bed cover dan handuk sampai gadget seperti smartphone dan laptop.

Misalnya pada pembelian gadget atau smartphone. Pesanan yang masuk itu kemudian dikelola oleh tim order management. Mereka mencatat data-data mengenai barang yang dipesan, seperti alamat tujuan dan jenis barang. Kemudian mereka memberikannya pada picking admin.

"Picking admin yang bertanggung jawab memaksimalkan tim outbond (yang bertugas menangani pengiriman). Pesanan itu diatur berdasarkan jenis barang dan area pengiriman, sehingga satu picker bisa mengambil banyak barang sekaligus," terang Senior Vide President Operational Lazada Ryn Hermawan di gudang Lazada Indonesia, Cakung, Jakarta Utara, Selasa (20/1/2015).

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com
Rak-rak tempat menyimpan barang di gudang Lazada Indonesia, Cakung, Jakarta Utara.

Dengan cara tersebut, satu orang pegawai akan mengambil gadget yang letak rak penyimpanannya berdekatan dan mengategorikannya sesuai area tujuan pengiriman. "Barang ini kemudian dicek kualitasnya sebelum dikirimkan. Biasanya dicek apakah spesifikasinya sudah sesuai dengan pesanan atau belum," imbuhnya.

Bila gadget yang diambil sudah sesuai dengan pesanan, maka akan dikemas. Barang yang sudah dikemas mengantri unuk dikirimkan. Lazada, menurut Ryn, menggunakan dua metode pengiriman yaitu Lazada Express dan third party logistic (JNE dan sejenisnya).

Kualitas Barang Pesanan

Ryn menceritakan barang-barang yang masuk di dalam gudang juga mengalami proses quality check (pengecekan kualitas). Biasanya prosedur tersebut dilakukan ketika barang masuk, saat akan disimpan di rak dan sebelum dibungkus untuk dikirimkan ke pembeli.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com
Ruang khusus untuk menyimpan produk elektronik di gudang Lazada Indonesia, Cakung, Jakarta Utara.

Ketika proses pengecekan kualitas tersebut, barang yang masuk akan dibuka dari bungkusnya kemudian disegel ulang oleh Lazada. Namun, pada elektronik, seperti gadget atau smartphone, tidak seluruhnya mendapat perlakuan ini.

"Elektronik yang disegel tidak akan disobek, kecuali kalau vendor memberikan seal tambahan. Barang yang tidak mendapat seal tambahan hanya kita cek spesifikasi dan kondisi kardusnya, tampilan luar aja. Soalnya kita juga mesti percaya pada quality check (QC) yang dilakukan vendor," terang Ryn.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.