4G LTE di Indonesia Kok Cuma 36 Mbps?

Kompas.com - 23/01/2015, 10:54 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Menara base transceiver station (BTS)

KOMPAS.com - Fajar era 4G LTE di Indonesia ditandai tebaran janji manis koneksi data internet berkecepatan tinggi mencapai ratusan megabit per detik, berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan kecepatan maksimal jaringan 3G generasi sebelumnya.

Aneka paket data 4G LTE dari sejumlah operator seluler pun siap dicoba. Namun, dalam kenyataannya, kecil kemungkinan bahwa angka kecepatan fantastis yang diklaim tersebut bisa diraih oleh pelanggan.

"Soalnya yang dijadikan patokan klaim kecepatan itu adalah kondisi ideal, dimana transmisinya dan faktor-faktor lain berjalan sempurna. Juga dalam satu cakupan area BTS hanya melayani, misalnya, satu pelanggan," kata Vice President Marketing & Communications Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati, ketika dijumpai Kompas Tekno dalam acara konferensi pers Ericsson di Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Ericsson adalah salah satu penyedia perangkat keras jaringan yang digandeng oleh operator-operator telekomunikasi Indonesia, termasuk dalam menggelar jaringan 4G LTE.

Hardyana menjelaskan bahwa dalam praktiknya ada banyak variabel yang mempengaruhi kecepatan transfer data jaringan 4G LTE yang bisa didapatkan pelanggan seluler.

Dia mencontohkan lebar pita di frekuensi yang dipakai untuk menggelar 4G LTE, juga teknik agregasi kanal di mana dua spektrum frekuensi yang berbeda dipakai secara bersamaan untuk meningkatkan kecepatan transfer data.

"Dua faktor itu (lebar pita dan agregasi kanal) adalah yang paling menentukan kecepatan," terang Hardyana.

"Tapi banyak juga faktor lain seperti pipeline jaringan yang harus lebih lebar dibandingkan 3G, serta kapasitas gateway kita mengingat banyak trafik dari Indonesia dialihkan menuju server di luar negeri. Jadi memang ada banyak variabel yang mempengaruhi," tambah dia lagi.

Jangan cuma angka

Soal lebar pita, beberapa operator seluler Tanah Air memang telah mengungkapkan bahwa kecepatan 4G LTE belum bisa dimaksimalkan di kondisi saat ini, di mana izin komersil 4G LTE baru dibuka untuk spektrum 900 MHz.

XL Axiata dan Indosat, misalnya, beberapa waktu lalu pernah mengutarakan bahwa lebar pita sebesar 5 MHz di spektrum 900 MHz seperti yang saat ini dialokasikan oleh para operator seluler baru dapat memberikan kecepatan maksimal sebesar 36 Mbps.

Kecepatan ratusan Mbps, menurut mereka, baru bisa ditembus ketika 4G LTE sudah bisa ikut digelar di spektrum lain, yakni 1.800 MHz.

Berdasarkan keterangan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, izin komersil untuk penggelaran 4G LTE di spektrum 1.800 MHz baru akan diberikan sekitar pertengahan tahun ini.

Teknik agregasi kanal yang memerlukan dua spektrum frekuensi (900 MHz dan 1.800 MHz) pun untuk sementara belum bisa diterapkan. Dengan kata lain, untuk sekarang, kecepatan maksimal jaringan 4G LTE di Indonesia yang sebenarnya masih belum bisa mencapai ratusan Mbps atau masih mentok di angka 36 Mbps tadi.

Toh, ketika nanti sudah benar-benar dimungkinkan, Hardyana berpendapat bahwa pelanggan sebaiknya jangan terlalu dijejali dengan aneka janji atau klaim kecepatan tinggi.

Menurut dia, pola pikir pelanggan saat ini telah bergeser sehingga lebih mementingkan kualitas jaringan secara keseluruhan, ketimbang angka yang belum tentu tercapai.

"Sekarang kita masih bicara soal speed karena industri ini, termasuk kami sendiri (Ericsson) dipimpin oleh engineer yang terbiasa mengkuantifikasi, menafsirkan segala sesuatu dengan angka. Padahal, pengalaman pelanggan itu tak bisa ditafsirkan dengan angka," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.