Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ericsson: Siaran TV Bakal Kalah dari "Streaming"

Kompas.com - 23/01/2015, 11:55 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Presiden Direkur Ericsson Indonesia Thomas Jul

KOMPAS.com - Seiring dengan peningkatan bandwidth internet, layanan streaming video internet pun semakin populer. Dalam waktu dekat, konsumen bakal lebih banyak menonton video lewat streaming dibandingkan saluran TV.

Prediksi itu disampaikan oleh Presiden Direkur Ericsson Indonesia Thomas Jul dalam sebuah acara jumpa pers di Jakarta, Kamis (22/1/2015).

"Pada tahun ini (2015), orang-orang akan lebih banyak nonton streaming video di internet dibandingkan siaran televisi," kata Jul, mengutip hasil riset Ericsson ConsumerLab tentang tren teknologi di masa depan.

Riset Ericsson dilakukan dengan mengamati kebiasaan konsumsi media oleh audience di sembilan negara sejak 2011 hingga 2014. Kesembilan negera itu adalah Brazil, Tiongkok, Jerman, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat.

Dari sini diketahui bahwa konsumsi tayangan televisi cenderung menurun dari tahun ke tahun, berkebalikan dengan tayangan video streaming yang terus meningkat.

"Di AS, misalnya, hingga kuartal ketiga 2013 angka langganan TV cable masih tumbuh, tapi setelah itu menurun. Artinya konsumen di sana berangsur meninggalkan network TV," ungkap Jul yang baru didapuk menjadi kepala Ericsson di Indonesia pada Desember 2014 ini.

Lain di negara maju, lain di Indonesia. Apakah video streaming bisa tumbuh di Indonesia yang banyak wilayahnya terkendala kecepatan dan stabilitas koneksi internet?

Jul mengaku optimis tren serupa akan terjadi di seluruh dunia, mencakup negara-negara lain di luar sembilan negara yang menjadi sample riset Ericsson, termasuk Indonesia.

"Memang, infrastruktur broadband tidak akan terwujud begitu saja dalam semalam, tapi bukan berarti tak mungkin. Kebutuhan masyarakat akan mendesak industri untuk maju," pungkas Jul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.