Akademi Cody Kumpulkan 40 Programer Cilik di Bintaro

Kompas.com - 26/01/2015, 09:45 WIB
Anak-anak juara Kid's Programming Competition 2015 berfoto bersama di Bintaro Entertainment Center, Minggu (25/1/2015) Oik Yusuf/ Kompas.comAnak-anak juara Kid's Programming Competition 2015 berfoto bersama di Bintaro Entertainment Center, Minggu (25/1/2015)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
BINTARO, KOMPAS.com - Sekitar 40-an bocah cilik ambil bagian dalam lomba Kid's Coding Competition 2015 yang digelar oleh Cody's App Academy, sebuah startup digital di bidang pendidikan yang memiliki misi mengenalkan proses pembuatan aplikasi alias programming sedini mungkin pada anak-anak.

Bertempat di Bintaro Entertainment Center, Tangerang, hari itu, Minggu (25/1/2015) pemenang lomba diumumkan setelah hari sebelumnya para peserta mengikuti workshop dan membuat karya di tempat yang sama. Tiga pemenang utama diganjar hadiah smartphone Lumia dari Microsoft.

"Lombanya kreatif, juga membuat anak jadi mandiri karena orang tua menunggu di luar saat mereka belajar programming sendiri," komentar Faisal, orang tua dari Fairo Mahaputrado, pelajar kelas 5 SD yang berhasil menyabet gelar juara pertama dalam lomba tersebut.

Fairo sendiri mengaku gembira dengan keikutsertaannya dalam lomba. "Saya sangat senang!" ujarnya girang ketika ditemui Kompas Tekno usai turun panggung. Kedua tangannya sibuk menggenggam trofi dan smartphone Lumia.

“Ini (belajar programming) baru buat saya. Sebelumnya saya belajar buat animasi pakai PowerPoint,” tambah Fairo sebelum berlalu.

Building blocks

Fairo yang baru berumur 10 tahun adalah potret generasi yang dibidik oleh Cody's. Wisnu Sanjaya, pendiri dan CEO startup tersebut, adalah seorang programer kawakan yang melihat ada sebuah manfaat yang bisa "ditularkan" pada anak dengan belajar pemrograman.

" Programming itu soal menemukan solusi untuk sebuah persoalan, jadi mereka belajar menjadi problem solver," kata Wisnu.

Lomba Kids Coding Competition baru kali ini digelar oleh Cody's, namun Wisnu mengaku sudah melihat antusiasme tinggi dari anak-anak dan para orang tua. Salah satu peserta, misalnya, ada yang datang jauh-jauh dari Yogyakarta.

Soal kompetisinya sendiri, meski terdengar serius, jangan bayangkan kegiatan "programming" untuk anak yang dilombakan Cody's berupa baris kode dengan bahasa komputer yang njlimet. Sebaliknya, para peserta disuguhi antarmuka grafis dengan building blocks yang bisa disusun untuk menjalankan aksi-aksi tertentu dalam program.

Contohnya bisa dilihat dalam game Cody's App Academy yang mengajak anak untuk belajar pemrograman lewat game. Kegiatan pemrograman yang tadinya berkesan kaku ini pun berubah jadi menyenangkan untuk anak."Secara tidak sadar, melalui permainan itu mereka belajar. Soalnya kalau dari pertama dibilang akan 'belajar', sikapnya tak akan antusisas," seloroh Wisnu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X