Kompas.com - 27/01/2015, 12:22 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Nama MediaTek mungkin sudah kondang di pasaran Asia sebagai pabrikan chip untuk smartphone murah. Tetapi di Negeri Paman Sam, vendor asal Taiwan tersebut masih kurang dikenal. 

Sebab itulah MediaTek tahun lalu membuka kantor baru di San Diego, AS. Mengapa AS? Negeri tempat markas Qualcomm, markas pabrikan chip mobile terbesar di dunia ini rupanya dipandang sebagai bagian penting dalam usaha MediaTek menyaingi dominasi Qualcomm.
 
“Kalau Anda ingin menjadi (pemain) paling mengglobal di bisnis mobile, maka Anda perlu menjual chip di Amerika Utara (AS),” kata Presiden MediaTek Ching-Jiang Hsieh dalam wawancara yang dikutip Kompas Tekno dari Cnet, Senin (26/1/2015).
 
Qualcomm saat ini merajai pasaran chip mobile, sementara MediaTek duduk di urutan kedua dengan selisih yang cukup jauh.
 
Kalau MediaTek bisa mengambil porsi pasar di kandang Qualcomm, maka pabrikan chip ini bisa menjadi kompetitor yang lebih diperhitungkan sekaligus memberi pilihan lebih luas bagi konsumen.
 
Pasaran smartphone AS kini didominasi oleh Apple dan Samsung. Kedua raksasa itu menggunakan chip bikinan Qualcomm, baik prosesor SoC maupun lainnya seperti chip modem.
 
Sepak terjang MediaTek pun agaknya menarik perhatian Intel. Raksasa chip desktop yang tengah berusaha keras memasuki segmen mobile itu dikabarkan tertarik mengakuisisi MediaTek.
 
Namun, eksekutif MediaTek menampik dugaan ini dan mengatakan pabrikan itu mampu berdiri sendiri di tengah kerasnya persaingan bisnis mobile.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNET

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.