Kompas.com - 27/01/2015, 15:38 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Layanan navigasi berbasis pengguna, Waze, menjadi populer beberapa tahun belakangan. Kemampuannya untuk melacak titik macet dan titik keberadaan polisi adalah keunggulan dibanding layanan navigasi lainnya.

Namun, keunggulan itu justru dimaknai ancaman bagi pihak kepolisian di Amerika Serikat.

Dilansir KompasTekno (27/1/2015) dari Engadget, perwakilan kepolisian AS menganggap fitur Waze yang dapat melacak keberadaan polisi dapat memudahkan para pengintai badan hukum (cop-killers) untuk menemukan target.

Karena itu, kepolisian meminta Google, perusahaan yang mengakuisisi Waze, untuk menonaktifkan fitur tersebut. "Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kepala Polisi Daerah Bedford, Mike Brown.

Untuk memuluskan permintaannya, kepolisian meminta dukungan dari berbagai badan penegak hukum agar bersatu menekan Google.

Menanggapi ini, pihak Waze klaim keamanan adalah prioritas yang mereka pegang. Menurut pihak perusahaan, informasi di Waze tidak datang dari layanan navigasi itu, melainkan dari para pengguna. Jika ada informasi terkait keberadaan polisi di satu titik tertentu, maka itu berasal dari sesama pengguna. Tanpa Waze pun, pengguna dapat saling menginformasikan satu sama lain.

Untuk itu, menurut Waze, yang berniat mencelakai polisi akan mampu melacak keberadaan targetnya tanpa bantuan Waze sekalipun.

"Kami telah bekerjasama dengan pihak kepolisian dan departemen transportasi di seluruh dunia dalam hal berbagi informasi di jalanan. Hal ini dimaksudkan untuk membantu para pengguna jalan mengakses informasi terkait keamanan di jalan, alternatif jalan cepat, dan hal-hal terkait," pihak Waze menjelaskan.

Hingga saat ini, belum ada data absah ihwal korelasi antara insiden yang membahayakan polisi dengan penggunaan aplikasi Waze.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ENGADGET

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.