Ternyata, Komputer di QZ8501 Boleh Dimatikan Bersamaan

Kompas.com - 05/02/2015, 09:06 WIB
PK-AXC, Airbus A320-200 yang dioperasikan oleh maskapai Indonesia AirAsia, yang hilang sejak Minggu (28/12/2014). registrasi PK-AXC bisa dilihat di pintu roda depan pesawat. Foto diambil pada 17 Agustus 2012 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.comPK-AXC, Airbus A320-200 yang dioperasikan oleh maskapai Indonesia AirAsia, yang hilang sejak Minggu (28/12/2014). registrasi PK-AXC bisa dilihat di pintu roda depan pesawat. Foto diambil pada 17 Agustus 2012 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
|
EditorWicak Hidayat

Komponen rudder travel limiter yang merupakan bagian dari komputer FAC milik PK-AXC memang beberapa kali dilaporkan bermasalah. Komponen tersebut menurut Indonesia AirAsia telah diperbaiki. 

Pada hari kejadian QZ8501 jatuh pun, Minggu (28/12/2014), tim investigasi KNKT menyatakan pesawat dinyatakan dalam kondisi laik terbang.

Kemungkinan apakah masalah dengan rudder travel limiter ini kembali terjadi saat pesawat dalam perjalanan menuju Singapura belum bisa dikonfirmasi.

Bagaimanapun, Gerry menekankan agar setiap pihak menghormati proses investigasi yang dilakukan KNKT dan berhati-hati dalam setiap menerima bocoran informasi tentang kasus QZ8501 serta tidak membuat kesimpulannya sendiri.

"Jangan sampai kita membentuk persepsi sendiri berdasar informasi yang setengah-setengah," demikian ujar Gerry.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X