Pesawat Mendarat Darurat dengan Bantuan iPad

Kompas.com - 09/02/2015, 11:35 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Sepasang suami istri yang sedang terbang menggunakan pesawat pribadi bermesin tunggal, jenis Piper Comanche PA-24 mengalami gangguan kelistrikan. Keduanya berhasil mendaratkan pesawat dengan bantuan navigasi dari perangkat iPad.

Piper PA-24 adalah pesawat propeler bermesin tunggal dengan kapasitas empat kursi.

Pesawat dengan registrasi N6086P yang menerbangi rute Wyoming-Wisconsin tersebut pada Minggu (8/2/2015) malam dilaporkan mengalami gangguan kelistrikan total, sehingga beberapa instrumen pesawat pendukung penerbangan tidak bisa digunakan.

Dilansir KompasTekno dari situs Digital Trends, beberapa instrumen pesawat yang masih bekerja hanya indikator kecepatan dan ketinggian pesawat saja. Pilot dan istrinya itu kemudian mengandalkan aplikasi yang ada di perangkat iPad-nya sebagai alat bantu navigasi.

iPad tersebut digunakan untuk menavigasi sepanjang jarak 80 mil penerbangan menuju bandara terdekat, yaitu Rapid City Regional Airport di Dakota Selatan, AS.

Menurut petugas pemadam kebakaran di bandara Rapid City, Jerry Lueras, pilot dan istrinya tersebut berhasil mencari landasan yang jarang digunakan dengan menggunakan iPad-nya.

Karena sistim kelistrikannya rusak, maka roda pendarat pesawat juga tidak bisa dikeluarkan. Akhirnya sepasang suami-istri yang tidak disebut namanya itu memutuskan untuk melakukan belly landing (mendarat tanpa bantuan roda).

Pejabat setempat mendeskripsikan kejadian saat pendaratan, percikan api keluar dari lambung pesawat saat menyentuh aspal runway sebelum akhirnya melintir ke pinggir landasan. Pilot dan istrinya berhasil keluar dari pesawat tanpa cedera yang serius.

Bertolak belakang

Insiden di atas menunjukkan peran teknologi gadget yang bisa berguna di waktu yang tepat. Hal tersebut bertolak belakang dengan hasil investigasi yang dikeluarkan NTSB sebelumnya tentang kasus Cessna 150 registrasi N6275G yang jatuh saat melakukan terbang malam hari pada 31 Mei 2014 lalu di Watkins, Colorado, AS

NTSB mengumumkan pada pada 27 Januari 2015 lalu bahwa salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut adalah pilot dan penumpangnya yang sibuk berfoto selfie saat terbang dengan gadget smartphone mereka.

"Pilot kehilangan kontrol dan mengalami aerodynamic stall karena disorientasi spasial saat terbang malam. Faktor yang berkontribusi dalam kecelakaan ini adalah konsentrasi pilot yang teralihkan karena sibuk bermain dengan smartphone-nya saat terbang rendah," demikian tulis laporan NTSB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.