"Bisa Bantu Anak Autis, Google Glass Jangan Punah" - Kompas.com

"Bisa Bantu Anak Autis, Google Glass Jangan Punah"

Kompas.com - 09/02/2015, 15:36 WIB
Google
Ned Sahin, CEO Brain Power
KOMPAS.com - Berhenti diproduksi untuk sementara waktu tak membuat Google Glass kehilangan pamor. Ned Sahin, ilmuwan saraf kognitif dari Harvard, menggantungkan perusahaan rintisan digitalnya pada Google Glass.

Ilmuwan ini meluncurkan Brain Power, startup yang membangun piranti lunak pada Glass untuk membantu anak-anak autis dalam berinteraksi, belajar, dan melatih keterampilan.

Glass dianggap perangkat paling pas untuk mendukung Brain Power karena tampilannya yang terpatri di depan jarak pandang pengguna. Hal ini memungkinkan pemberian instruksi kepada anak, sekaligus mencatat seberapa baik mereka merespon instruksi tersebut.

"Orang-orang banyak yang mengkritik Glass karena kekurangan-kekurangannya. Menurut saya salah satunya karena Glass belum membawa perdamaian dunia. Namun, perangkat ini potensial dibanding perangkat lain, untuk mengembangkan startup yang dapat membantu banyak orang," kata Sahin, sebagaimana dilaporkan Wired dan dikutip KompasTekno (9/2/2015).

Menurut Sahin, mengembangkan Glass untuk mendukung bidang kesehatan, industri, dan bidang-bidang lainnya sangatlah mungkin.

"Google Glass jauh dari kepunahan," kata dia. Melalui Brain Power, Sahin berambisi untuk menjadikan Glass tak hanya sekadar gadget konsumtif yang membuat wajah tampak aneh ketika menggunakannya.

Dalam mewujudkan langkahnya, Sahin dan Brain Power akan mulai membuat pelatihan klinis menggunakan Glass di Rumah Sakit Massachusetts di Boston. Sahin juga akan mengunjungi Google dalam minggu ini untuk mendiskusikan masa depan Glass.

"Orang-orang dapat percaya bahwa Glass tak akan sukses. Namun kita semua bisa melihat bagaimana selama ini Google dapat bertahan. Ide ini (Brain Power) akan terus berjalan," kata Sahin.


EditorReza Wahyudi
SumberWired

Close Ads X