TechTravel #2: Bagaimana “Tirai Bambu” Membangun Masyarakat Digital?

Kompas.com - 12/02/2015, 14:52 WIB
SIMULASI DIGITAL - Untuk membangun masyarakat digital, Huawei mengidentifikasi kebiasaan masyarakat dalam menggunakan perangkat digital yang sudah tersambungkan ke internet. Kemudian dibuat simulasi dalam berbagai aspek yang kelak menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga masyarakat. KOMPAS/PEPIH NUGRAHASIMULASI DIGITAL - Untuk membangun masyarakat digital, Huawei mengidentifikasi kebiasaan masyarakat dalam menggunakan perangkat digital yang sudah tersambungkan ke internet. Kemudian dibuat simulasi dalam berbagai aspek yang kelak menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga masyarakat.
|
EditorReza Wahyudi

Huawei rupanya menjadikan penemuan Berners-Lee ini sebagai tonggak atau cikal-bakal terbentuknya peradaban digital yang serba tersambungkan satu dengan yang lain, baik manusia dengan mesin, mesin dengan manusia, antarmesin, dan mesin dengan perangkat mobile yang kelak disebut sebagai Internet of Thing (IoT).

Dalam catatan perjalanan ke depan, saya akan mengulas konsep IoT, pengertian dan aplikasinya dalam kehidupan sehari serta bagaimana semua perusahaan elektronik yang bersinggungan dengan dunia digital dan internet memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Huawei menyebut periode mesin uap sampai minyak bumi berlimpah dan otomotif disebut sebagai terobosan terhadap keterbatasan fisik (tubuh). Sedangkan khusus periode 1990 sampai sekarang, yakni saat pertama kali internet ditemukan, disebut terobosan terhadap keterbatasan otak manusia dengan beberapa turunan sifat teknologi ICT yang dikejar seperti  “menyenangkan”, “mudah”, “aman”, “cerdas”, “efisien”, dan “sinergis”.

Jika disimak, secara sengaja Huawei “meniadakan” satu periode penting dalam peradaban manusia, yakni peradaban agraria. Sedangkan Alvin Toffler menempatkan masyarakat agraris ini sebagai salah satu periode penting.

Huawei rupanya langsung “lompat” ke periode berikutnya, yakni periode industri dengan penanda utama ditemukannya mesin uap oleh James Watt.

Apa alasan Huawei menciptakan lima periodisasi “peradaban manusia” tanpa menyertakan masyarakat agraria yang dianggap sebagai peradaban mula manusia?

Saya memperoleh kunci jawabannya dari David Wang, President Government Affairs Huawei, saat saya mewawancarainya di Shenzen, Tiongkok, 19 Desember 2014 lalu. “Kunci Huawei mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi tidak lain membentuk kehidupan masyarakat digital yang menyenangkan dan efisien dalam bekerja,” katanya.

Berangkat dari credo menciptakan masyarakat digital yang lebih cerdas, kata kunci utama yang dikembangkan kemudian adalah terkoneksinya satu dengan lainnya dalam format M2M, yakni ketersambungan mesin-mesin, mesin- manusia, manusia-mesin, atau mesin-perangkat bergerak.

Huawei menganalogikan, jika jumlah triliunan neuron otak manusia adalah sama untuk setiap individu, ketersambungan antarneuron akan membuat kecerdasan menjadi lain atau berbeda dengan yang sudah ada. Masyarakat digital yang diciptakan tidak lain mengolah informasi yang terkomputerisasi dan tersambungkan melalui jaringan internet.

Apa wujud dari Internet of Thing dalam kehidupan sehari-hari yang ada dalam pandangan insinyur elektronik dan digital di Tiongkok? Ikuti catatan perjalanan TechTravel berikutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.