Undangan Obama "Ditolak" CEO Facebook, Google, dan Yahoo

Kompas.com - 13/02/2015, 13:29 WIB
Gedung Putih APGedung Putih
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Gedung Putih

KOMPAS.com — Di tengah merenggangnya hubungan Gedung Putih dengan Silicon Valley akibat kegiatan mata-mata NSA, petinggi tiga perusahaan raksasa teknologi memutuskan untuk absen dari konferensi tingkat tinggi soal keamanan cyber yang digelar oleh Presiden AS Barack Obama.

Menurut keterangan yang dihimpun Kompas Tekno dari Bloomberg, Jumat (13/2/2015), CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO Yahoo Marissa Mayer, serta Larry Page dan Eric Schmidt mendapat undangan, tetapi tak satu pun dari mereka bakal hadir dalam konferensi yang digelar di Universitas Stanford tersebut, Jumat ini.

Ketiga perusahaan mengatakan bakal mengirim kepala keamanan masing-masing untuk menghadiri acara. Adapun CEO Apple, Tim Cook, memutuskan untuk memenuhi undangan. Presiden Obama sendiri dijadwalkan menjadi pembicara utama.

"Kami puas dengan keikutsertaan mereka," kata juru bicara Gedung Putih, Eric Schultz. "Beberapa komitmen yang akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan cukup signifikan," lanjutnya.

Konferensi tingkat tinggi kali ini adalah bagian dari upaya untuk memerangi hacker atau peretas. Fokusnya akan berkutat pada upaya meningkatkan kolaborasi antara perusahaan dan agen pemerintah, meningkatkan keamanan cyber untuk melindungi konsumen, serta mengamankan sistem pemrosesan pembayaran.

"(Konferensi ini) akan menggandeng semua pihak, baik dari industri, perusahaan teknologi, penegak hukum, konsumen, maupun pegiat hak atas privasi, serta profesor hukum yang memiliki spesialisasi di bidang terkait," kata Obama ketika mengumumkan agenda acara konferensi bulan lalu.

Tema keamanan yang dijadikan pokok permasalahan menggarisbawahi upaya pemerintahan Obama untuk meningkatkan pembagian informasi soal ancaman peretasan, juga menetapkan standar nasional untuk pelaporan kebocoran data.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, Yahoo, Facebook, dan Google masih menyikapi Gedung Putih dengan dingin menyusul diungkapkannya kegiatan mata-mata dinas intel NSA oleh mantan kontraktor Edward Snowden pada 2013 lalu. Snowden mengungkap bahwa NSA menyadap data pribadi milik pengguna dari layanan yang dijalankan ketiga perusahaan.

Saat ini, Yahoo, Facebook, dan Google sedang berusaha meyakinkan pengguna tentang keamanan layanannya, juga bahwa informasi pribadi mereka tak akan diserahkan secara sengaja ke Pemerintah AS.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.