TechTravel #5: Jangan Abaikan IoT Alias “Internet of Things”

Kompas.com - 15/02/2015, 14:11 WIB
INTERNET OF THINGS -- Dengan semakin sempurnanya jaringan 5G, di masa depan segala hal yang serba tersambungkan atau Internet of Things (IoT) akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Manusia bisa tersambungkan dengan Mesin dan sebaliknya, Mesin bisa (KOMPAS/PEPIH NUGRAHA)INTERNET OF THINGS -- Dengan semakin sempurnanya jaringan 5G, di masa depan segala hal yang serba tersambungkan atau Internet of Things (IoT) akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Manusia bisa tersambungkan dengan Mesin dan sebaliknya, Mesin bisa "berbicara" dengan sesama Mesin, dan Mesin tersambungkan dengan perangkat bergerak. Kehidupan sehari-hari menjadi lebih dipermudah dengan perangkat digital yang serba tersambungkan ke internet ini. (KOMPAS/PEPIH NUGRAHA)
|
EditorWicak Hidayat

Pada masa lalu kemampuan ini disebut RFID (Radio-frequently Identification), di mana alat atau manusia yang dalam kehidupan sehari-hari dilengkapi identifikasi, mereka dapat diatur dan diinventori oleh komputer. Tentu saja kemampuan ini bisa optimal berkat jaringan internet yang semakin cepat dan andal setelah 5G diaplikasikan kelak.

Sladek menyebut saling tersambungkan ini sebagai M2M, di mana yang tersambungkan itu bisa Machine to Machine (mesin ke mesin), Machine to Man (mesin ke manusia), Man to Machine (manusia ke mesin), atau Machine to Mobile (mesin ke perangkat bergerak).

Pendeknya IoT menghubungkan manusia, alat, dan sistem. Internet dan komunikasi bergerak adalah manifestasi dari “manusia-alat-sistem” tadi di mana ambisi perusahaan raksasa seperti Huawei Technologies adalah untuk menguasai dunia di bidang teknologi komunikasi dan informasi ini.

Ke depan, teknologi informasi yang mampu membuat alat “berpikir”, “merasa”, dan “berbicara” seperti halnya manusia inilah yang akan menjadikan Bumi sebagai “smart planet”. Sebuah idea atau cita-cita yang rupanya menjadi gapaian Huawei sebagai perusahaan ICT terbesar di Tiongkok. Sebuah gambaran di mana teknologi informasi menjadi bagian dan menyatu dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Beradu kecepatan internet dengan kapasitas yang nyaris tanpa batas adalah kunci utamanya.

Bagaimana cara warga Tiongkok bersosialisasi lewat media sosial di saat pemerintah pusat di Beijing membatasi situs pertemanan kenamaan Facebook atau microblog Twitter?

Ikuti perjalanan TechTravel saya berikutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.