Kompas.com - 16/02/2015, 07:48 WIB
|
EditorWicak Hidayat


KOMPAS.com - Apple tampaknya selalu ingin tampil beda. Kali ini, di kala bos-bos TI lain memutuskan absen dari konferensi "keamanan cyber" oleh Presiden AS Barack Obama, bos Apple justru melenggang ke acara itu sekaligus membacakan pidato.

"Semua orang berhak atas privasi dan keamanan," begitu penegasan CEO Apple, Tim Cook, dalam pidatonya di acara yang digelar Jumat kemarin di Universitas Stanford, California.

Dalam kesempatan itu, Cook juga menghimbau pemerintah dan perusahaan-perusahaan TI lainnya untuk bekerjasama mewujudkan keamanan privasi bagi pengguna layanan teknologi. "Kita harus bekerjasama untuk ini," kata dia, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dikutip KompasTekno, Senin (16/2/2015).

Menurut Cook, privasi menjadi sangat penting karena banyak konsekuensi yang akan ditanggung pengguna ketika privasinya tak lagi bersifat personal. Salah satunya adalah dampak diskriminasi.

"Kita masih tinggal di dunia di mana seseorang dapat diperlakukan tak adil karena informasi personalnya diketahui," Cook menjelaskan.

Cook menilai, tak ada yang lebih buruk bagi perusahaan teknologi selain tak mampu melindungi keamanan privasi penggunanya. "Jika kita (perusahaan TI) gagal melindungi hak privasi pengguna, kita bisa kehilangan sesuatu yang lebih berharga ketimbang uang," kata dia. 

Apple sendiri baru-baru ini telah memperketat sistem keamanan pada dua layanannya, yakni iMessages dan FaceTime. Dengan menggagas sistem otentikasi dua tahap, Apple berharap mampu menghalau para peretas agar tak bisa mengintip akun pengguna.

Harapan Apple, dan barangkali juga perusahaan TI lainnya, sebenarnya hampir sama dengan harapan pemerintah AS. Pasalnya, konferensi keamanan cyber yang diadakan Gedung Putih ini adalah bagian dari upaya untuk memerangi peretas. Dalam hal ini, pemerintah merasa butuh masukan dan kolaborasi bersama perusahaan-perusahaan TI di Silicon Valley.

Namun, para bos TI selain Cook enggan datang ke acara itu karena kabarnya masih ada ketegangan antara Gedung Putih dengan Silicon Valley. Ketegangan itu terjadi menyusul terungkapnya kegiatan mata-mata dinas intel NSA yang dibeberkan mantan kontraktor Edward Snowden pada 2013. NSA diklaim telah menyadap data pribadi milik pengguna dari layanan yang dijalankan Yahoo, Facebook, dan Google

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNET

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.