Kompas.com - 16/02/2015, 11:14 WIB
Menkominfo Rudiantara saat berkumpul bersama media dan netizen di rumah dinas Menkominfo, Jakarta Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comMenkominfo Rudiantara saat berkumpul bersama media dan netizen di rumah dinas Menkominfo, Jakarta
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo) Rudiantara menepati janjinya. Dia telah menandatangani surat edaran nomor 1 tahun 2015 tentang kebijakan tata ulang pita frekuensi 1.800 MHz untuk mendorong percepatan menuju 4G tahap dua.

Penataan pita frekuensi tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan para penyelenggara layanan telekomunikasi. Berikut ini penataan tersebut, seperti dipublikasi dalam situs resmi Kemenkominfo pada tanggal 13 Februari 2015:

Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia
Penataan pita frekuensi 1.800 MHz
Setelah penataan ulang frekuensi 1.800 MHz, XL menempati blok paling kiri dengan lebar pita 22,5 MHz, disusul Hutchitson (Tri) 10 MHz, Indosat 20 MHz, dan Telkomsel pada blok paling kanan dengan lebar pitar 22,5 MHz.

Kemenkominfo meminta para penyelenggara telekomunikasi pada frekuensi tersebut agar mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk melancarkan proses penataan.

Selain itu, penyelenggara telekomunikasi juga diminta untuk mengadakan pertemuan perencanaan bersama dengan penyelenggara lain, Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) serta Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika. Tema pembahasannya adalah soal mekanisme serta jadwal migrasi frekuensi berbasis wilayah (cluster).

Rencananya penataan tersebut akan dimulai sebelum pertengahan tahun 2015, sehingga layanan komersil berteknologi 4G di 1.800 MHz akan dapat dirasakan di beberapa cluster.

"Penataan pita frekuensi radio 1800 MHz secara nasional diselesaikan pada bulan Desember 2015, dengan catatan tidak ada kegiatan penataan pita frekuensi radio 1800 MHz pada freeze period (menyambut hari raya Idul Fitri)," tulis pihak Kemenkominfo.

Gangguan untuk pengguna

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Rudiantara telah mengingatkan bahwa pelanggan bisa merasakan gangguan saat berlangsung migrasi menuju 4G. Gangguan tersebut, misalnya berupa penurunan kualitas jaringan.

Sistem cluster dipilih sebagai solusi untuk meminimalisir kemungkinan dampak yang bisa dirasakan pengguna. Pertimbangan pemilihan cluster pun didasarkan pada wilayah yang implikasinya ke pelanggan cenderung minim, efisien, dan bisa dilakukan dengan cepat.

"Nah cluster ini nanti dibicarakan dengan operator. Prinsipnya tiga. Pertama kecepatan, kedua efisiensi, ketiga adalah menghindari kemungkinan refarming lagi," ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat dengan DPR, beberapa waktu lalu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.