Kisah Jony Ive yang Takut Dipecat Apple

Kompas.com - 18/02/2015, 10:01 WIB
Jonathan Ive, Kepala Desain Apple. ist.Jonathan Ive, Kepala Desain Apple.
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Beberapa saat sebelum bertemu dengan Steve Jobs untuk pertama kalinya, Jonathan "Jony" Ive, Senior Vice President of Desing Apple, ternyata sudah bersiap untuk mengundurkan diri. Di dalam kantong celananya, Ive dikatakan sudah menyiapkan surat pengunduran diri (resignation letter). Mengapa?

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, mari kembali ke tahun 1997 yang lalu.

Pada masa itu, Apple sedang dalam kondisi sangat "tidak sehat". Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs bersama dengan Steve Wozniak tersebut berada dalam ambang kebangkrutan.

Pengamat dan media pun sudah memprediksi Apple akan segera jatuh. Majalah Wired bahkan sampai membuat sebuah cover berisi gambar logo Apple memakai mahkota duri dan diselingi tulisan "Berdoa".

"Saya mengingat hal tersebut karena kejadian ini begitu menjengkelkan. Pada umumnya: (Apple) akan segera keluar dari bisnis atau dibeli," kata Ive, seperti dikutip KompasTekno dari The New Yorker, Rabu (18/2/2015).

Jobs sendiri sebenarnya baru kembali ke perusahaan setelah 12 tahun meninggalkan perusahaan. Setelah "diusir", ia merilis perusahaan animasi Pixar dan komputer NeXT.

Kemudian, Jobs diminta kembali untuk menyelamatkan perusahaan dan menggantikan Gilber Amelio, CEO saat itu.

Jobs pun dikatakan sudah siap mencari kepala desain baru untuk menggantikan Ive. Saat itu, Jobs sudah mendekati Richard Sapper, orang di balik desain IBM ThinkPad.

Akan tetapi, pada perkembangannya, Sapper menolak bergabung bersama Apple karena merasa perusahaan tersebut terlalu kecil.

Dalam kondisi itu, sebagai salah satu petinggi Apple, Ive sangat yakin bahwa ia akan segera dipecat. Oleh karena itu, ketika akan bertemu dengan Jobs pertama kalinya, Ive sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan surat pengunduran diri.

Kemudian, waktu yang dinanti datang juga. Jobs akhirnya berkunjung ke studio desain untuk berbincang dengan Ive.

Pada awal bertemu, keduanya dikatakan bertemu dalam situasi yang cukup canggung. Akan tetapi, setelah melihat desain yang dikerjakan oleh Ive, suasana langsung cair.

"Sial, Anda tidak bekerja secara efektif, ya?," tanya Jobs. Ucapannya itu ternyata bukan sebuah penghinaan atau ekspresi marah, melainkan ekspresi kegembiraan Jobs karena pekerjaan Ive yang baik.

Pada akhirnya, perkiraan bahwa Ive akan dipecat tidak pernah terjadi. Setelah pertemuan itu, Ive dan Jobs malah berkolaborasi dalam merilis perangkat PC iMac.

Bahkan, pria yang sempat takut dipecat Steve Jobs itu menjelma sebagai salah satu rekanan terbaik bagi Jobs dalam melahirkan produk-produk ikonik Apple, seperti MacBook, iPod, iPhone, dan iPad.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X