Kompas.com - 18/02/2015, 15:32 WIB
Tiongkok membedakan penduduknya ke dalam dua generasi; The Connected Generation dan Unconnected Generation. Bisnis yang paling menjanjikan ke depan adalah dengan menyasar Generasi KOMPAS/PEPIH NUGRAHATiongkok membedakan penduduknya ke dalam dua generasi; The Connected Generation dan Unconnected Generation. Bisnis yang paling menjanjikan ke depan adalah dengan menyasar Generasi "C" atau Generasi Tersambungkan ini, sebab mereka inilah pengguna internet digital yang paling prospektif.
|
EditorWicak Hidayat

Saya melihat bagaimana produsen ICT Tiongkok menerapkan prinsip “follow the consumer needs”. Ia juga rajin memetakan kebetuhan itu berdasarkan usia dan generasi, sekadar mengidentifikasi secara pasti bentuk demografi dan kebutuhan yang menyertainya.

Untuk menerapkan strategi bisnis dengan kata kunci “tersambungkan” (connected) dan berkembangnya media sosial, misalnya, Huawei justru menghilangkan gap antargenerasi seperti Generasi Baby Boomers, Generasi X atau Generasi Y.

Sebagai gantinya, ia hanya mengidentifikasi dua jenis generasi yang berbeda, yakni “Generasi Tersambungkan” atau The Connected Generation dan “Generasi Terputus” atau The Unconnected Generation. Dari demografi  ini terlihat, fokus bisnis ada pada “Generasi Tersambungkan” yang kemudian disingkat menjadi “Generasi C”.

Munculnya “Generasi C” ini kemudian di-breakdown lagi menjadi C-Connected, yakni Communicating (komunikasi), Crowd-Shaped (kerumunan), Content-oriented (konten), Collaborating (kerjasama), dan tentu saja always Computing (gawai berinternet). Karakteristik “Generasi C” ini terhubungkan setiap saat, di manapun, dan dengan berbagai perangkat internet.

Huawei memandang “Generasi C” ini sebagai pasar raksasa mondial yang bisa dengan mudah dipenetrasi oleh berbagai credo gaya hidup dan kenyamanan seperti hiburan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, transportasi, perdagangan, dan tentu saja masifnya penggunaan media sosial, microblog, toko online, dan situs-situs pertemanan lainnya.

Identifikasi terhadap kebutuhan “Generasi C” ini bisa dilakukan dengan mudah dengan melakukan sigi (polling) terhadap anak-anak muda dengan pertanyaan sederhana, “Apa yang biasa kamu lakukan saat menggunakan ponsel selain menelepon?”

Jawabannya bisa bermacam-macam. Bisa saja sekadar melihat jam dan tanggal, mendengarkan musik dan memanfaatkan fitur reminder untuk mengingatkan agenda penting. Atau sekadar membaca informasi dari portal berita, berkicau di Twitter atau membuat status di Facebook. Tetapi yang lebih advance jawabannya bisa untuk melacak jarak tempuh saat berlari atau bersepeda, bisa juga mengumpulkan kupon gratis untuk dijadikan e-money. Belum lagi sigi lain yang berusaha mengidentifikasi “Generasi C” terhadap aplikasi favorit mereka saat menggunakan ponsel pintar.

Para insinyur dan pembuat aplikasi kemudian mengidentifikasi jawaban-jawaban itu “Generasi C” tersebut untuk memudahkan membuat produk apapun terkait teknologi ICT secara tepat sasaran. Kunci folow the consumer needs benar-benar mereka gunakan untuk membuka semua peluang. Bagaimana Huawei memberikan kesempatan kepada 15 mahasiswa Indonesia menyerap sebagian ilmu ICT di negerinya sendiri?

Ikuti perjalanan TechTravel berikutnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.