Kompas.com - 20/02/2015, 11:26 WIB
Kartu SIM ShutterstockKartu SIM
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Lembaga sandi negara Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) disebut memiliki "kunci" enkripsi dari SIM card yang diproduksi oleh pabrik kartu SIM terbesar di dunia. Selain AS, lembaga agen rahasia Inggris, GCHQ, juga disebut memiliki "kunci" enkripsi yang sama.

Kabar tersebut muncul dari sebuah dokumen yang diberikan oleh pengungkap kasus, Edward Snowden, kepada situs The Intercept, Kamis (19/2/2015). Seperti diketahui, Snowden adalah mantan karyawan kontrak NSA yang kini banyak membocorkan rahasia keamanan internet.

Menurut dokumen tersebut, dengan "kunci" enkripsi yang dimiliki, NSA dan GCHQ bisa melakukan penyadapan telepon tanpa terlebih dahulu membuat surat perintah, meminta izin dari perusahaan penyedia layanan komunikasi seluler, atau pihak pemerintah luar.

Pabrikan kartu SIM terbesar yang dimaksud dalam dokumen itu adalah Gemalto, yang memproduksi kartu SIM untuk operator-operator besar, seperti Verizon, AT&T, Sprint, dan T-Mobile.

Seperti dikutip KompasTekno dari Gizmodo, kartu SIM buatan Gemalto tersebut juga dipakai oleh lebih dari 450 operator seluler di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Cara penyadapan

Dokumen tersebut juga menjelaskan dua cara yang sering digunakan oleh NSA dalam melakukan penyadapan, yaitu secara pasif dan aktif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara pasif digunakan dengan antena untuk menangkap data. Walau perusahaan telekomunikasi menggunakan enkripsi di jaringan 3G, 4G, dan LTE-nya, NSA telah memiliki kode dekripsi-nya sehingga bisa mendengar pembicaraan telepon atau membaca pesan SMS yang dikirim.

Sementara itu, penyadapan aktif disebut lebih berisiko karena memaksa pihak penyadap untuk memblokir jaringan 3G dan 4G dan memaksa ponsel terhubung di jaringan 2G yang lebih rentan.

Dengan demikian, penyadap tidak perlu lagi melakukan dekripsi. Namun, tindakan tersebut juga akan menimbulkan kecurigaan bagi yang menyadari.

Karena itu, dengan memiliki kode dekripsi tersebut, maka NSA tidak perlu repot-repot memblokir jaringan 3G, 4G, atau LTE.

Salah satu solusi mencegah penyadapan adalah dengan menggunakan software keamanan pihak ketiga dalam ponsel. Penambahan lapisan keamanan itu tidak bisa di-bypass oleh kode dekripsi karena memiliki lapisan keamanan yang berbeda dari operator.

Menggunakan layanan e-mail, seperti milik Google atau Yahoo, juga lebih aman karena perusahaan-perusahaan internet besar tersebut menawarkan proteksi keamanan yang lebih dibanding keamanan telepon atau SMS dengan ponsel.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.