Kompas.com - 23/02/2015, 08:09 WIB
Peluncuran lini Sony Xperia dan Sony SmartWear baru yang Reska K. Nistanto/KompasTeknoPeluncuran lini Sony Xperia dan Sony SmartWear baru yang
|
EditorWicak Hidayat

Namun, jika ditelisik secara lebih rasional, kemungkinan ini agak sulit. Musababnya, unit bisnis dan layanan ponsel Nokia pun telah dibeli Microsoft senilai 5,4 miliar euro atau sekitar Rp 78 triliun. Dengan ini, Nokia telah menyerahkan paten pada sistem ponselnya untuk Microsoft. Bersamaan dengan itu, 32.000 staf Nokia juga pindah ke Microsoft.

Kemunculan Nokia N1 pun sebenarnya hanya merupakan operasi waralaba yang dibuat dan dijual oleh Foxconn, perusahaan perangkat asal Taiwan yang telah menandatangani perjanjian lisensi dengan Microsoft. Untuk itu, Nokia hanya mengantongi pembayaran lisensi mereknya saja.

Dengan segala jatuh bangun Nokia, pabrikan asal Finlandia ini nyatanya tetap bisa bertahan. Namun, kecil kemungkinan Nokia mampu membeli Xperia. Kecuali jika keduanya berada dalam satu entitas dengan Foxconn.

3. Amazon

Pertengahan tahun lalu Amazon merilis ponsel perdananya, Fire Phone. Sayangnya, ponsel itu gagal di pasaran. Sebabnya disinyalir karena Fire Phone tak menawarkan pengalaman yang memadai dari sebuah smartphone. Kegagalan ini berbanding terbalik dengan kesuksesan besar Amazon sebagai perusahaan dagang online.

Inilah yang membuat Amazon cocok menyatu dengan Xperia. Kekuatan Xperia dalam mengemas produk dengan kekuatan Amazon dalam insting pemasaran, akan menjadi sinergi yang bagus bagi keduanya.

4. Dell

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perusahaan komputer Dell beberapa kali mengemukakan ketertarikannya merambah ke ranah smartphone. Namun, pabrikan asal Texas, Amerika ini tak pernah benar-benar mewujudkan angan-angan tersebut.

Pengalaman Sony dalam membuat Xperia bisa jadi alasan bagi Dell untuk bersatu dengan perusahaan tersebut agar dapat menciptakan smartphone berdaya saing tinggi.

5. Yahoo

CEO Yahoo Marissa Mayer telah melakukan banyak upaya untuk menstablilkan kondisi perusahaannya. Namun Yahoo masih membutuhkan proyek inovatif untuk membangun momentum agar "muncul" kembali ke permukaan. Salah satu opsi barangkali dengan membuat smartphone.

Seperti diketahui, Yahoo kembali menggodok aplikasi smartphone buatannya. Ini menunjukkan bahwa Yahoo tahu pasar smartphone akan menjadi masa depan industri teknologi. Untuk itu, membeli Xperia bisa jadi peluang besar bagi Yahoo.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.