Ini Cara Pemerintah "Awasi" Transaksi Dagang Online

Kompas.com - 25/02/2015, 11:12 WIB
|
EditorWicak Hidayat

Untuk saat ini, Nufransa mengakui pemerintah masih dalam tahap sosialisasi pemberlakuan pajak e-commerce sehingga beberapa pelaku yang sudah ketahuan tak bayar pajak belum bisa dihukum. "Kami sudah catat beberapa. Tapi, tahun ini kita masih uji kepatuhan. Tahun depan baru penegakan hukumnya," kata Nufransa.

Bagi pengusaha yang sudah punya NPWP pun, mekanisme pajaknya masih atas asas kepercayaan. Semua data didaftarkan dan dilaporkan oleh orangnya sendiri. Mau tak mau pemerintah harus percaya dengan data itu. "Kita percaya sampai kita ketemu data baru yang berbeda dengan itu. Makanya, kami mengawasi," katanya.

Untuk itu, pemerintah terus mengimbau para pelaku e-commerce agar membayar kewajiban pajaknya. Bagi pengusaha yang penghasilannya di bawah Rp 4,8 miliar per tahun, maka cukup membayar 1 persen dari keuntungan per bulan. Kalau penghasilannya di atas angka itu, pemberlakuan pajak dilakukan dengan pembukuan sehingga perinciannya lebih spesifik.

Kategori e-commerce yang wajib pajak

Dalam Lampiran Surat Edaran Nomor SE-62/PJ/2013 (SE-62) oleh Ditjen Pajak, ada empat jenis e-commerce yang memiliki kewajiban membayar pajak.

Jenis e-commerce yang dimaksud adalah, pertama, marketplace, yaitu kegiatan menyediakan tempat kegiatan usaha untuk para penjual menjajakan barang atau jasa dagangannya di internet, misalnya Tokopedia, Rakuten, dan BukaLapak.

Kedua, classified ads atau situs untuk menampilkan konten (teks, grafis, video, dan informasi) barang bagi pengiklan untuk memasang iklan yang ditujukan kepada pengguna iklan melalui situs yang disediakan, misalnya Kaskus, Berniaga, dan TokoBagus.

Ketiga adalah daily deals, yaitu wadah daily deals merchant yang menjual barang atau jasa menggunakan kupon sebagai sarana pembayaran, misalnya LivingSocial, Groupon Disdus, dan LaKupon.

Keempat, online retail, yaitu situs jual beli barang atau jasa oleh penyelenggara online retail kepada pembeli, misalnya berbagai media sosial, blibli, dan Lazada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.