Kompas.com - 26/02/2015, 11:01 WIB
Ilutrasi iTunes AppleIlutrasi iTunes
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Seringkali, Apple menjadi pihak penggugat jika berbicara tentang kasus sengketa hak paten di pengadilan. Namun kali ini, Apple menjadi pihak tergugat dan diperintah oleh pengadilan membayar sejumlah denda karena terbukti melanggar paten.

Dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Rabu (25/2/2015), pengadilan di Texas, AS menjatuhkan denda sebesar 532,9 juta dollar AS (sekitar Rp 6,8 triliun) kepada Apple karena melanggar tiga paten online yang digunakan dalam platform iTunes.

Paten yang dianggap dilanggar Apple tersebut merupakan milik perusahaan lisensi paten yang berbasis di Texas, Smartflash LLC. Apple, dianggap juri, tidak hanya menggunakan tiga paten Smartflash tanpa izin tetapi juga melakukannya dengan sengaja.

Paten yang dilanggar oleh Apple adalah paten teknologi yang dideskripsikan sebagai metode mengunduh dan membayar untuk data audio dan video, teks, aplikasi, game, dan tipe data lain dari internet.

Dalam pembelaannya, Apple berkilah bahwa tuntutan Smartflash tidah sah karena mereka tidak membuat produk, tidak memiliki karyawan, dan tidak menghasilkan lapangan kerja.

"Mereka hanya mengeksploitasi paten sistem kami hanya untuk mencari keuntungan atas teknologi yang ditemukan Apple," demikian kata perwakilan Apple, Kristin Huguet kepada Bloomberg.

Apple juga menolak untuk membayar denda karena teknologi tersebut lahir atas ide dan kerja keras karyawan Apple yang berinovasi selama bertahun-tahun.

Tuntutan hak paten yang diajukan oleh Smartflash tersebut juga tak hanya mengancam Apple saja, namun jugaperusahaan teknologi besar lainnya, seperti Google, Samsung, dan Amazon.

Karena luasnya definisi teknologi yang dipatenkan itu, maka semua metode pembayaran berbasis internet pun ikut terancam, termasuk pembuat aplikasi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.