Dukungan untuk Ahok, dari Twitter Sampai Facebook

Kompas.com - 27/02/2015, 12:33 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta menandatangani usulan hak angket terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kamis (26/2/2015). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAAnggota DPRD DKI Jakarta menandatangani usulan hak angket terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kamis (26/2/2015).
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok datang dari semua penjuru media sosial. Berdasarkan pantauan KompasTekno, Jumat (27/2/2015), tagar #SaveAhok menjadi trending topic (TT) teratas di Twitter untuk wilayah Indonesia.

Hal ini menyusul ketegangan antara Ahok dan DPRD DKI Jakarta. Para netizen tak terima dengan ancaman DPRD DKI untuk melengserkan mantan Bupati Belitung Timur tersebut dari jabatannya.

"Di republik ini manusia berintegritas akan dilawan oleh manusia bajingan, rakyat semakin tahu siapa yang dibela #SaveAhok", begitu tulis pengguna akun @Radithisdyand2.

Kicauan serupa datang dari akun @DennyCagur yang merupakan pelawak kenamaan. "Lebih baik pejabat yang ceplas-ceplos tapi KERJA, daripada yang sopan santun tapi KORUP #SaveAhok", tulisnya.

Tokoh yang cukup terkenal di kalangan pengguna Twitter, @ndorokakung, tak mau ketinggalan menyuarakan dukungannya pada Ahok. "Apakah publik mengelu-elukan #SaveAhok dan #SaveKPK sebagai pedang penebas koruptor?", katanya melalui kicauan.

Seperti diketahui, masalah bermula ketika Ahok secara frontal menolak usulan APBD 2015 yang diajukan DPRD DKI. Menurut Ahok, ada anggaran "siluman" senilai Rp 12,1 triliun dalam draft yang diajukan.

DPRD DKI kemudian menganggap tindakan Ahok melanggar konstitusi karena pria asal Gantong tersebut mengirim draft APBD 2015 ke Kemendagri. Ini dianggap tak ada dalam kesepakatan eksekutif dan legislatif.

Kemarin, 26 Februari 2015, hampir semua anggota DPRD DKI sepakat mengajukan hak angket atas tindakan Ahok yang dianggap "arogan". Hanya fraksi PKB yang tak setuju dengan keputusan mayoritas politisi Kebon Sirih. Pasalnya, PKB lebih memilih menggunakan hak interpelasi.

Selain melalui Twitter, dukungan untuk Ahok juga datang melalui jejaring sosial Facebook dan situs Change.org.

Petisi "Rakyat Jakarta mencabut Mandat DPRD dan Bubarkan DPRD" di Change.org diusulkan oleh Yanto Huang. Dia memasang foto Basuki yang bertuliskan: "Anda Tidak Sendiri, Save Ahok".

Dalam petisinya, Huang mengajak warga Jakarta untuk mencabut mandat terhadap wakil-wakil di DPRD DKI. Sampai pukul 11 tadi, petisi tersebut telah didukung 10 ribuan netizen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X