Jual "Software" Bajakan, Mal Bisa Didenda Rp 100 Juta

Kompas.com - 02/03/2015, 11:41 WIB
Penjualan CD bajakan di tiap Mall dan ITC sangat mudah ditemui
  Salah satunya di Mall Blok M lantai 3A, Jakarta, Selasa (23/7/2013) KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPenjualan CD bajakan di tiap Mall dan ITC sangat mudah ditemui Salah satunya di Mall Blok M lantai 3A, Jakarta, Selasa (23/7/2013)
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia baru saja mengesahkan Undang-Undang Hak Cipta No 28/2014 pada Oktober 2014 lalu. Undang-undang itu, disebut oleh Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Widyaretna, bisa membantu mengeluarkan Indonesia dari daftar Priority Watch List yang dikeluarkan oleh US Trade Representative.

Priority Watch List merupakan daftar negara di dunia yang diidentifikasi sebagai negara dengan tingkat pembajakan yang tinggi. Selain Indonesia, daftar tersebut juga mencakup Tiongkok, India, dan Rusia.

"Keluarnya Indonesia dari daftar tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor dan perusahaan, khususnya dalam bidang teknologi, untuk membuka usaha di Indonesia tanpa merasa khawatir produknya dibajak," demikian ujar Widyaretna dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Kamis (26/2/2015).

Selain itu, adanya pengaturan yang lebih jelas dan sanksi yang lebih keras dalam UU Hak Cipta juga dikatakan Widyaretna sepatutnya akan menekan angka pembajakan.

UU No 28/2014 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM, menetapkan denda pelanggaran hak karya cipta yang lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Selain itu, UU Hak Cipta yang baru juga menitikberatkan tanggung jawab pemilik mal
atau hypermarket untuk tidak membiarkan produk bajakan dijual di tempat usahanya. Jika pemilik tempat usaha lalai dalam mematuhi UU ini, mereka dapat dikenakan denda hingga Rp 100 juta.

Berdasarkan studi MIAP dengan Makara Mas Universitas Indonesia, perangkat lunak (software) menduduki peringkat pertama (33,50 persen) sebagai produk yang paling sering dibajak.

Produk lain yang sering dibajak ialah kosmetik, obat-obatan, pakaian, barang-barang berbahan kulit, serta makanan dan minuman.

Polda Metro Jaya bersama MIAP dan Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) saat ini sedang melakukan sosialisasi UU No 28/2014 ini. Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan lebih banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan bahaya perangkat lunak bajakan, sekaligus mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi pembajakan di Indonesia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X