Apple Perbaiki Cacat "Freak" Pekan Depan, Google Entah Kapan

Kompas.com - 04/03/2015, 13:47 WIB
Kelompok peretas asal Rusia mengenali situs-situs yang rentan terhadap serangan melalui jaringan komputer yang terinfeksi malware. BBCKelompok peretas asal Rusia mengenali situs-situs yang rentan terhadap serangan melalui jaringan komputer yang terinfeksi malware.
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Cacat atau lubang keamanan yang ada di perangkat buatan Apple dan Google masih dalam proses perbaikan. Kedua raksasa teknologi itu sudah mulai mengembangkan perbaikan, namun rilis perbaikan tersebut masih harus menunggu.

Peneliti keamanan menemukan suatu cacat dalam teknologi enkripsi web yang digunakan peramban Safari dan peramban Android milik Google (bukan app Google Chrome). Efek buruknya, cacat ini membuat peretas bisa dengan mudah memata-matai komunikasi yang dilakukan pengguna peramban tersebut.

Seperti dikutip KompasTekno dari Reuters, Rabu (4/3/2015), juru bicara Apple Ryan James mengatakan pihaknya telah mengembangkan pembaruan piranti lunak yang berfungsi memperbaiki cacat tersebut, namun baru bisa merilisnya pekan mendatang.

Google, yang juga mengalami masalah serupa, belum memastikan kapan bisa memperbaiki cacat tersebut. Namun juru raksasa internet itu, Liz Markman menjanjikan bahwa perbaikan itu sudah mulai dibuat.

Sistem operasi Android buatan Google memang berbeda dengan Apple. Ketika membuat pembaruan piranti lunak, Google tidak bisa langsung mengirimkannya ke semua perangkat Android.

Cara yang dilakukan Google adalah mengirimkan pembaruan piranti lunak tersebut ke para pembuat gadget, misalnya Samsung, HTC atau Sony. Para pembuat gawai itu yang kemudian menangani pembaruan piranti lunak dan mengirimkan ke penggunanya masing-masing.

Cacat Bernama Freak

Cacat dalam peramban Safari dan peramban bawaan dalam gawai Android ditemukan oleh sembilan orang peneliti kemanan. Dalam pengujiannya, para peneliti itu memaksa peramban agar menggunakan enkripsi yang sudah dibuat lemah.

Setelah cara tersebut berhasil membuat situs menggunakan enkripsi yang lemah, mereka pun bisa menjebol enkripsi keamanan tersebut dalam hitungan jam. Uji coba tersebut menunjukkan bahwa peretas bisa melakukan hal serupa.

Misalnya, peretas yang berniat jahat dapat menggunakan cara tersebut dan mencuri data-data yang mereka butuhkan. Peretas itu kemudian bisa meluncurkan serangan pada situs dengan cara mengambil alih unsur-unsur dalam sebuah halaman web.

Para peneliti menamai cacat ini Freak, sebagai akronim dari Factoring RSA-EXPORT Keys.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.