Tanggapan Xiaomi Perihal "Malware" di Mi4

Kompas.com - 09/03/2015, 16:40 WIB
Vice President Global Xiaomi, Hugo Barra memamerkan Mi Note di Beijing, Kamis (15/1/2014). Reska K. Nistanto/KOMPAS.comVice President Global Xiaomi, Hugo Barra memamerkan Mi Note di Beijing, Kamis (15/1/2014).
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Perusahaan keamanan jaringan BlueBox menemukan berbagai program jahat di perangkat milik Xiaomi, Mi4. Vendor ponsel asal Tiongkok itu pun memberikan hak jawabnya dengan menyatakan bahwa Xiaomi bukan pihak yang menanamkan program jahat tersebut.

Menurut Hugo Barra, Vice President Global Xiaomi, kemungkinan besar, Mi4 yang diuji oleh pihak BlueBox sudah tidak menggunakan OS asli buatan mereka. Diduga, OS tersebut sudah dimodifikasi oleh pihak ketiga.

"Kami yakin bahwa perangkat yang diuji BlueBox tidak menggunakan standar MIUI ROM (OS dari Xiaomi), ROM dan OTA ROM dari pabrik kami tidak pernah di-root dan kami tidak pernah menginstalasi layanan seperti YT Service, PhoneGuardService, AppStas, dan lain-lain," tulis Barra, seperti KompasTekno kutip dari Venture Beat, Senin (9/3/2015).

Lebih lanjut, Barra menduga, perangkat Mi4 yang diuji tersebut didapatkan dari toko pihak ketiga, bukan dari pihak yang ditunjuk resmi oleh Xiaomi sendiri.

Sekadar informasi, penjualan ponsel Xiaomi biasanya dilakukan melalui situs resmi mereka, www.mi.com. Xiaomi memang belum membuka toko resmi mereka.

Toko pihak ketiga itu sendiri mendapatkan perangkat yang sudah "diutak-atik" sistemnya oleh pihak lain. Hal tersebut dikatakan oleh Barra sebagai praktik yang relatif umum di pasar Tiongkok.

"BlueBox bisa saja membeli sebuah ponsel yang sudah dimodifikasi, karena mereka membelinya melalui toko fisik di Tiongkok. Xiaomi tidak menjual melalui pihak ketiga di China, hanya melalui chanel online resmi kami dan toko operator tertentu," ujar Barra.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihak Xiaomi juga berkomentar mengenai OS MIUI yang mereka gunakan di tiap perangkat smartphonenya. Menurutnya, MIUI saat ini sudah mengikuti acuan dari Google dan juga sudah tersertifikasi.

Pernyataan tersebut membantah dugaan dari BlueBox yang menyatakan bahwa MIUI tidak disertai dengan sertifikasi dari Google, sang pembuat Android.

"Selanjutnya, bertentangan dengan apa yang BlueBox klaim, MIUI adalah Android sebenarnya, artinya MIUI mengikuti CDD (kompatibilitas) Android, definisi dari Google untuk perangkat Android yang kompatibel, dan melewati semua tes Android," katanya.

Sebelumnya, pihak BlueBox menemukan berbagai program jahat di Xiaomi Mi4 yang dibelinya. Program-program jahat yang ditemukan masuk dalam jenis adware, trojan, dan juga malware.

Salah satu program jahat yang ditemukan, YT Service, dikatakan masuk ke jenis adware, yang berfungsi untuk menampilkan iklan tak diinginkan.

BlueBox menduga, MIUI, OS hasil pengembangan Xiaomi yang berdasarkan platform Android, belum disertifikasi Google sehingga masih ditemukan berbagai celah keamanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X