Kompas.com - 10/03/2015, 13:14 WIB
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Google dan raksasa-raksasa teknologi yang beroperasi di Inggris akan terjerat pajak baru. Pajak yang disebut sebagai Google Tax itu diajukan oleh Menteri Keuangan Inggris George Osborne.

Aturan pajak tersebut bertujuan untuk mengatasi taktik yang dilakukan perusahaan-perusahaan teknologi berukuran besar ketika menghindari pajak. Umumnya, raksasa-raksasa itu mengakalinya dengan cara yang legal, yaitu dengan cara mengakali catatan keuntungan operasionalnya ke negara lain.

Osborne mengajukan pajak sebesar 25 persen untuk keuntungan setiap perusahaan teknologi yang diperoleh di Inggris. Rencananya, Google Tax akan dimasukkan dalam anggaran Inggris yang menjelang dipublikasikan pada akhir bulan ini.

Seperti dikutip KompasTekno dari TechCrunch, Senin (9/3/2015), angka 25 persen ini lebih tinggi ketimbang pajak perusahaan yang umum berlaku di Inggris. Targetnya, Google Tax itu akan dikenakan pada perusahaan yang revenue tahunannya lebih dari 250 juta poundsterling atau sekitar Rp 4 triliun.

Selain menerapkan angka pajak, pengajuan aturan dari Osborne juga memuat kewajiban perusahaan untuk mengungkap revenue dan keuntungan mereka berdasarkan negara tempatnya beroperasi.

Wacana pajak tersebut berbuah keberatan dari National Foreign Trade Council, grup lobi AS yang mewakili lebih dari 300 perusahaan multinasional. Kepada Osborne, mereka mengirim surat bertuliskan, "Pajak baru itu tampaknya tidak sesuai dengan pernyataan Perdana Menteri Cameron yang menyebutkan Inggris terbuka untuk bisnis."

Pada kuartal empat 2014, Google sendiri mencatat revenue sekitar 1,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 22 triliun di Inggris. Sementara itu pada tahun sebelumnya, raksasa internet itu mencatatkan revenue sebesar 5,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 70 triliun dan membayar pajak sebesar 30 juta dollar AS atau sekitar Rp 391 juta.

Bagaimana dengan Indonesia?

Pemerintah Indonesia juga berencana menerapkan pajak pada perusahan-perusahaan teknologi besar yang dikenal sebagai pemain over the top (OTT). Contoh perusahaan tersebut adalah Google, Facebook, atau Twitter.

Namun soal pemajakan OTT itu masih dalam pembahasan. "Nanti tidak hanya e-commerce yang kena pajak, tetapi juga OTT yang model bisnisnya menawarkan slot iklan dan lainnya, asal ada transaksi kita kenakan pajak," terang Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara, dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, awal tahun ini.

Rudiantara sendiri membayangkan penataan bisnis OTT di Indonesia memiliki dua model pendekatan, satu melalui regulasi dan kedua melalui bisnis. Dia pun mengaku telah mencoba berbicara dengan sejumlah OTT global, terutama perihal investasi.

"Saya sudah berbicara langsung dengan sejumlah OTT global agar mereka melakukan investasi di Indonesia. Kita tanya mereka butuh apa, kalau masih di dalam wewenang Kementerian Kominfo, akan kita bantu," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

e-Business
Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Internet
Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

Internet
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA

e-Business
Pengamat: Bukan Makin Mahal, Harga GoFood-GrabFood Makin 'Normal'

Pengamat: Bukan Makin Mahal, Harga GoFood-GrabFood Makin "Normal"

e-Business
Harga iPhone di Jepang Saat Ini Termurah Sedunia

Harga iPhone di Jepang Saat Ini Termurah Sedunia

Gadget
Pemain Curang di Game Call of Duty Bakal Kehilangan Semua Senjata

Pemain Curang di Game Call of Duty Bakal Kehilangan Semua Senjata

Software
Ini Sebab Harga Makanan di 'Ojol Food' Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

Ini Sebab Harga Makanan di "Ojol Food" Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

e-Business
Khaby Lame Pengguna TikTok dengan Follower Terbanyak di Dunia

Khaby Lame Pengguna TikTok dengan Follower Terbanyak di Dunia

Software
Cara Beli Tiket KRL via Gojek, Tak Perlu Lagi Pakai Kartu

Cara Beli Tiket KRL via Gojek, Tak Perlu Lagi Pakai Kartu

Software
Line OpenChat Akan Ditutup di Indonesia Mulai 20 Juli

Line OpenChat Akan Ditutup di Indonesia Mulai 20 Juli

Software
Saat  Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

Saat Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

e-Business
Cara Cek BI Checking via SLIK OJK secara Online buat Mengajukan KPR

Cara Cek BI Checking via SLIK OJK secara Online buat Mengajukan KPR

e-Business
10 Ponsel Terlaris di Dunia April 2022, Lini iPhone 13 Mendominasi

10 Ponsel Terlaris di Dunia April 2022, Lini iPhone 13 Mendominasi

Gadget
Video: Daftar Smartphone Flagship Android Harga Rp 8-20 Jutaan di Indonesia Juni 2022

Video: Daftar Smartphone Flagship Android Harga Rp 8-20 Jutaan di Indonesia Juni 2022

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.