Santer Dijual Sony, Xperia Diklaim Nomor 2 di Indonesia

Kompas.com - 11/03/2015, 16:23 WIB
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Februari lalu, CEO Sony Corp. Kazuo Hirai mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang mengarah pada rencana perusahaan asal Jepang tersebut menjual unit bisnis smartphone Xperia.

Kala itu, Hirai menyatakan Sony bakal fokus pada tiga lini bisnisnya. Yakni PlayStation, Sony Pictures, dan komponen sensor kamera. Belakangan, isu rencana penjualan unit bisnis Xperia mulai tertampik.

Pasalnya, Sony baru-baru ini memperkenalkan duet kembar Xperia E4 dan E4g di pagelaran Mobile World Congress (MWC) di Barcelona. Hari ini pun, Rabu (11/3/2015), Sony masih merilis Xperia E4 untuk pangsa pasar Indonesia.

Saat dikonfirmasi kepada Director and Head Market Sony Mobile Indonesia, Jason Smith, isu tersebut kembali dibantah.

"Beberapa pekan lalu isu bahwa Xperia akan ditutup tersebar di mana-mana. Tapi itu tidak benar. Apa yang dimaksudkan CEO kami sebenarnya mengacu pada upaya untuk lebih fokus mengembangkan bisnis smartphone," Smith menegaskan saat ditemui di acara peluncuran Xperia E4, di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta.

Terkait kabar bahwa unit Xperia tak kunjung mendatangkan profit bagi Sony, Smith juga berkilah. Untuk Indonesia, ia mengklaim market share Xperia menduduki peringkat kedua terbesar. "Pasar Indonesia saat ini sangat stabil dan berkelanjutan. Indonesia sangat berarti bagi Sony," kata dia.

Sejalan dengan itu, Manager Marketing Sony Mobile Indonesia Ika Paramita mengklaim penjualan Xperia terus meningkat. Bahkan, kehadiran smartphone murah yang berbasis Android One tak mempengaruhi penjualan Xperia.

"Kita selalu menyediakan smartphone yang menyasar semua kelas. Dari yang low-end sampai yang untuk kelas menengah atas. Makanya pengguna Xperia juga cakupannya luas. Adanya Android One tak memiliki pengaruh dalam penjualan perangkat kami," Ika menjelaskan.

Ke depannya, kata Ika, Xperia bakal terus menelurkan produk-produk teranyar untuk menjawab kebutuhan semua lapisan masyarakat. "Kami akan terus mengembangkan pasar di Indonesia dengan strategi terukur," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.