Kompas.com - 12/03/2015, 15:41 WIB
Facebook melayani jutaan orang dari seluruh dunia, tapi Mark Zuckerberg membutuhkan pegawai tidak lebih dari 10.000 orang. WWW.FORBES.COMFacebook melayani jutaan orang dari seluruh dunia, tapi Mark Zuckerberg membutuhkan pegawai tidak lebih dari 10.000 orang.
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Facebook bisa dikatakan perusahaan teknologi yang cerdas dalam strategi pemasarannya. Tak melulu fokus pada pengembangan platformnya, perusahaan ini kini fokus memilih pendekatan sosial untuk menangkap pasar yang lebih besar.

Sebelumnya, Facebook telah menelurkan Internet.org, sebuah upaya untuk menyalurkan koneksi internet ke daerah-daerah terpencil di negara-negara berkembang. Kini, Facebook muncul dengan inisiasi baru yang disebut "Creative Accelerator".

Upaya termutakhir ini diklaim sebagai upaya mencerahkan para pelaku industri periklanan di negara-negara berkembang, sehingga mampu menyasar pasar dengan pemanfaatan teknologi yang kreatif dan efektif. Dilansir KompasTekno, Kamis (12/3/2015) dari DigitalMarket, Indonesia kembali menjadi salah satu negara berkembang yang disasar Facebook dalam merealisasikan programnya.

"Seiring dengan banyaknya orang-orang yang terhubung melalui Facebook, tim kami akan membantu industri periklanan di negara berkembang untuk merambah solusi beriklan yang lebih efektif melalui Facebook. Sehingga cakupan pasarnya lebih luas," begitu penjelasan perwakilan Facebook.

Dalam hal ini, Facebook menjalin kerjasama dengan beberapa instansi periklanan, salah satunya Upnormal Pingfans yang mengkonsepkan iklan untuk Durex di Indonesia.

Objektif Durex adalah untuk menyasar orang-orang yang sibuk. Durex ingin menyampaikan pesan bahwa cinta adalah hal yang indah. Di sini, peran Facebook adalah membantu kajian strategi pemasaran yang paling cocok dengan melihat perangkat elektronik yang digunakan pasar, budaya Indonesia, bahasa, geografis, dan elemen-elemen lainnya.

Menentukan cara kreatif dan efektif dalam pemasaran

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Program Manager Creative Accelerator Melissa Oppenheim, semua elemen yang merupakan konstruksi sosial suatu wilayah akan dijadikan data dasar bagi Facebook dan para instansi periklanan untuk membangun cerita dalam memasarkan produk.

"Program ini dirancang untuk membantu merek-merek tertentu dalam mengelaborasi kekuatan bertutur secara personal yang menyentuh hati di negara-negara berkembang. Kemampuan bercerita yang kuat dapat menghubungkan semua orang," kata Oppenheim.

Selain pertimbangan budaya dan geografis, menurut Facebok, jenis perangkat juga menentukan cara pemasaran. Penyampaian cerita dan penggodokan konten berbagai perangkat harus dibedakan. Misalnya, iklan untuk pengguna smartphone akan berbeda dengan iklan untuk pengguna tablet dan komputer.

"Contoh kecilnya, jika ingin mengemas iklan dalam bentuk video, instansi iklan harus menjamin perangkat target pasar adalah yang mendukung jaringan 3G, 4G, dan tinggal di daerah yang terkoneksi Wi-Fi di mana-mana. Untuk pengguna smartphone yang belum canggih, konten iklan bisa menggunakan media gambar," begitu kata perwakilan Facebook.

Bagaimanapun, Facebook mengklaim tujuan Creative Accelerator ini adalah pengembangan kreativitas di daerah-daerah pelosok agar dapat menumbuhkan ekonomi daerah-daerah tersebut. "Tak ada batasan atas kreativitas seseorang," kata Mark D'Arcy, Kepala Kreatif Facebook.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.