BISNIS

Pentingnya "Data Center" untuk Aktivitas Virtual

Kompas.com - 16/03/2015, 12:05 WIB
Sistem pendingin pada data center adalah sistem yang memakan listrik paling besar. Dengan pengaturan otomatis melalui software, konsumsi daya listrik dapat dipangkas hingga 30 persen. www.shutterstock.comSistem pendingin pada data center adalah sistem yang memakan listrik paling besar. Dengan pengaturan otomatis melalui software, konsumsi daya listrik dapat dipangkas hingga 30 persen.
|
EditorLatief
KOMPAS.com – Dewasa ini penggunaan internet bagai aktivitas pokok yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai berkirim email, komunikasi melalui mobile phone, media sosial, transaksi perbankan, dan sebagainya dilakukan lewat internet.

Dengan internet saat ini semua memang serba mudah. Namun, pernahkah terpikir ada badan yang mengelola aktivitas virtual sehingga percakapan Anda melalui internet tetap tersimpan dengan aman? Bayangkan saja, data tersebut bahkan masih bisa dilihat setelah beberapa tahun kemudian.

Pusat data atau yang biasa disebut data center merupakan lokasi yang aman untuk hosting web server. Data center-lah yang dirancang untuk menjamin bahwa server dan data yang dirumahkan pada lokasi tersebut terlidungi dari risiko kehilangan dan pelanggaran keamanan. Ada beberapa fakta mengenai data center yang penting diketahui.

Pentingnya data center di era "big data"

Aktivitas virtual yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia memerlukan data center sebagai penjamin keamanan. Bayangkan, dengan adanya pusat data, data yang disimpan dan diunggah dapat diakses di mana dan kapan saja tanpa khawatir akan hilang ditelan zaman.

Selain itu, peran data center juga penting bagi aktivitas lain seperti, sistem dalam mesin ATM, e-commerce dan banyak lagi. Tak banyak yang tahu, bahwa semua aktivitas itu diolah dan terekam di dalam beberapa server di suatu lokasi bernama data center.

Keberadaan data center menjadi krusial meski kadang tak disadari oleh kita sebagai pengguna. Bayangkan, bila server di Google Mail mendadak mati dan tak berfungsi, bagaimana bisa berkirim email?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Contoh lain, bila data center yang menyimpan semua transaksi perbankan mati, tentu sangat mengganggu aktivitas para nasabah, bukan? Nasabah akan kesulitan mengambil atau melakukan transfer uang.

www.shutterstock.com Selain itu, peran data center juga penting bagi aktivitas lain seperti, sistem dalam mesin ATM, e-commerce dan banyak lagi. Tak banyak yang tahu, bahwa semua aktivitas itu diolah dan terekam di dalam beberapa server di suatu lokasi bernama data center.
Tak mudah mengelola data center

Mengelola data center tidaklah mudah. Banyak hal dapat menyebabkan perangkat dalam data center menjadi rusak atau terganggu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X