BISNIS

Pentingnya "Data Center" untuk Aktivitas Virtual

Kompas.com - 16/03/2015, 12:05 WIB
Untuk menjaga agar keberlangsungan data center selalu terjaga, diperlukan infrastruktur fisik yang pintar dengan sistem monitoring terpadu. Hal itu berguna untuk memantau dan mencegah segala ancaman yang mengakibatkan matinya perangkat pada data center.
www.shutterstock.comUntuk menjaga agar keberlangsungan data center selalu terjaga, diperlukan infrastruktur fisik yang pintar dengan sistem monitoring terpadu. Hal itu berguna untuk memantau dan mencegah segala ancaman yang mengakibatkan matinya perangkat pada data center.
|
EditorLatief

Suhu ruangan, misalnya. Server, sebagai salah satu perangkat di dalam data center, pada dasarnya mengeluarkan suhu panas sehingga rentan sekali. Apabila terlalu panas, server bisa mati.

Sementara itu, suhu yang lembab dapat menyebabkan perangkat di dalamnya mengalami korsleting. Bila terjadi korsleting, perangkat tersebut bisa terbakar. Oleh karena itu, suhu ruangan di dalam data center harus diperhatikan dan dijaga dengan baik.

Adapun ancaman lain yang menyebabkan keberlangsungan (uptime) data center terganggu adalah terputusnya pasokan listrik. Inilah ancaman utama bagi data center, terutama pada negara yang pasokan listriknya kurang baik.

Penggunaan generator sebagai back up daya dan Uninterruptible Power Supply (UPS) berfungsi sebagai perangkat yang menahan aliran listrik agar perangkat di data center dapat bertahan sampai generator siap memasok listrik.

Server pada data center tidak boleh mati walaupun hanya sebentar. Bila terlanjur mati akan memakan waktu yang lama untuk mulai menghidupkannya (start up) kembali.

Dapat dibayangkan, bagi aplikasi kritikal seperti perbankan dan penyedia layanan telekomunikasi, hilang fungsi satu menit karena server mati bisa mengakibatkan kerugian miliaran rupiah. Contoh kasus, bila server yang mencatat data biaya penggunaan telepon mati, maka data penggunaan telepon pelanggan akan tidak terdeteksi.

Data center memerlukan infrastruktur fisik terbaik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menjaga agar keberlangsungan data center selalu terjaga, diperlukan infrastruktur fisik yang pintar dengan sistem monitoring terpadu. Hal itu berguna untuk memantau dan mencegah segala ancaman yang mengakibatkan matinya perangkat pada data center.

Dalam hal ini, Manajemen Infrastruktur Pusat Data atau Data Center Infrastructure Management (DCIM) menjadi penting. Sebagai tambahan, penggunaan software DCIM juga disarankan.

Software haruslah berupa aplikasi hasil perpaduan data dari sensor-sensor yang tersebar di seluruh area data center. Dalam perangkat lunak itu akan mencakup data temperatur, data kelembaban, data penggunaan listrik perangkat pada data center, dan banyak lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X