Kompas.com - 19/03/2015, 13:14 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Yahoo Tiongkok menutup satu-satunya kantor mereka yang berlokasi di ibukota Beijing menjelang akhir Maret 2015 ini. Bersamaan dengan penutupan tersebut, Yahoo juga memberhentikan semua karyawan cabang Tiongkok.

Informasi ihwal pemberhentian operasi Yahoo di Tiongkok tersebut dilansir oleh situs Wall Street Journal pada Kamis (19/3/2015).

Menurut situs tersebut, total karyawan yang di PHK pada masa penutupan ini adalah sebanyak 200 hingga 300 orang. Karyawan itu sendiri baru mendapatkan berita mengenai pemecatan tersebut pada hari Rabu (18/3/2015).

Sejatinya, kegiatan operasional Yahoo di Tiongkok memang sudah tidak terlalu banyak. Layanan utama mereka, seperti web portal dan layanan e-mail, sudah tidak beroperasi sejak tahun 2013 lalu.

Satu-satunya kantor Yahoo di Tiongkok lebih difungsikan untuk karyawan teknisi, serta tempat penelitian dan pengembangan.

"Kami akan mengkonsolidasikan beberapa fungsi ke lebih sedikit kantor, termasuk kantor pusat kami di Sunnyvale, California," kata perwakilan Yahoo.

Dalam beberapa tahun ini, pemecatan karyawan dan penutupan kantor Yahoo memang marak terjadi. CEO Yahoo Marrisa Mayer dikabarkan ditekan oleh pihak investor untuk mengurangi beban hingga 500 juta dollar AS.

Cara yang ditempuh untuk penghematan tersebut adalah dengan menutup cabang Yahoo di beberapa negara.

Mayer sudah membuat banyak keputusan sulit sejak Oktober tahun lalu. Dikatakan, Yahoo sudah memecat sebanyak 700 hingga 900 karyawannya di seluruh dunia.

Jumlah pemecatan karyawan Yahoo di Tiongkok melambangkan 2 persen dari 12.500 karyawannya di seluruh dunia.

Sebelumnya, Yahoo juga sudah menutup dan memberhentikan karyawannya di Indonesia. Menurut Yahoo, penutupan kantornya di Indonesia merupakan bagian dari upaya efisiensi kegiatan bisnis di seluruh dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Yahoo sudah memecat karyawannya yang ada di India dan Kanada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.