Ini Kata Bill Gates Soal Manusia Digantikan Robot

Kompas.com - 24/03/2015, 09:02 WIB
Pendiri Microsoft Bill Gates sedang minum air hasil olahan kotoran manusia. WiredPendiri Microsoft Bill Gates sedang minum air hasil olahan kotoran manusia.
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Robot yang menggantikan segala aspek kerja manusia, selama ini hanya sebuah cerita dari film fiksi ilmiah. Namun, hal itu bukan tak mungkin menjadi kenyataan.

Founder Microsoft Bill Gates khawatir hal tersebut akan jadi kenyataan suatu saat nanti. Pemicunya adalah tingkat kecerdasan buatan pada robot yang berkembang semakin pintar.

Pria yang dikenal dermawan itu sempat mengutarakan kekhawatiran terkait kecerdasan buatan pada robot melalui forum online Reddit.

"Saya termasuk orang yang khawatir pada Super Intelligence," ujarnya dalam sesi Ask Me Anything, seperti dikutip KompasTekno dari Recode, Selasa (24/3/2015).

"Pada awalnya, mesin akan melakukan banyak pekerjaan untuk kita dan (mesin itu) tidak harus super cerdas. Hal itu bisa jadi positif jika kita bisa mengaturnya dengan baik. Beberapa dekade setelah masa itu, kecerdasan buatan tersebut akan meningkat dan sudah cukup kuat untuk kita khawatirkan," kata Gates.

Dalam kesempatan berbeda, Gates juga mengungkap kekhawatirannya terhadap robot pada Recode. Menurut pria kelahiran Seattle ini ada dua model ancaman berbeda terkait kecerdasan buatan.

Skenario pertama yang ditakutkan Gates adalah penggantian tenaga kerja. Jika manusia sudah bisa digantikan sepenuhnya oleh mesin, maka pemilik modal tak perlu lagi mempekerjakan karyawan, dan ini bisa berarti tingkat kekayaan yang semakin timpang.

Pola semacam itu, misalnya, bisa dilihat dalam skala yang berbeda di Silicon Valley. Beberapa perusahaan rintisan digital menghasilkan uang banyak tanpa mempekerjakan banyak orang.

Namun yang dipermasalahkan Gates adalah soal kecepatannya. Perkembangan yang terlalu cepat artinya sebagian masyarakat mungkin belum siap menghadapinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Skenario kedua, adalah munculnya kecerdasan buatan yang jauh lebih cerdas dari manusia. Skenario ini tentunya mengandaikan bahwa jika kecerdasan buatan melampaui kecerdasan manusia, apa peranan manusia kemudian?

Dalam hal inilah Gates ingin berbincang dengan Elon Musk dan beberapa orang lain yang diketahuinya memiliki kekhawatiran yang sama dan telah mengalirkan dana mereka untuk mengatasinya. (Siapa Elon Musk? Baca di: Elon Musk, Sosok "Iron Man" di Dunia Nyata )Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Recode

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.