Kodak Bakal Bangkit dengan Sensor Kamera Smartphone

Kompas.com - 27/03/2015, 10:12 WIB
Kodak IM5, smartphone Android Kodak pertama. CNETKodak IM5, smartphone Android Kodak pertama.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Jika tiga tahun lalu Kodak resmi mengumumkan kebangkrutannya, tahun lalu pabrikan asal Amerika tersebut menyatakan diri siap bangkit di bawah kepemimpinan CEO Jeff Clarke.

Banyak orang pesimis dengan angan Kodak untuk kembali menjadi patron industri teknologi. Tapi Clarke, bersama sekitar 8.000 pekerja Kodak yang masih bertahan punya strategi untuk kemajuan Kodak.

Dilansir KompasTekno, Kamis (26/3/2015) dari NYTimes, Clarke mengatakan ada beberapa teknologi yang sudah siap digarap Kodak dari beberapa tahun lalu namun seakan sengaja dianggurkan. Salah satunya adalah paket sensor untuk smartphone layar sentuh. "Kita kehilangan kesempatan-kesempatan besar," katanya.

Kini, bersama dengan 300 ilmuwan dan teknisi yang bekerja di laboratorium bawah tanah Kodak, Clarke berikrar bakal segera memasarkan sensor smartphone layar sentuh yang murah dan mampu bersaing. Namun, belum jelas kapan produk tersebut bakal ditelurkan.

Seperti diketahui, sensor kamera merupakan komponen yang sangat vital pada smartphone. Selama ini, Sony dikenal sebagai pemasok komponen ini ke berbagai vendor smartphone, termasuk iPhone.

Clarke mengakui butuh kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk mewujudkan produk tersebut. Saat ini, sudah ada beberapa investor yang mau bermitra dengan Kodak. Salah satunya adalah perusahaan Serengeti.

"Kami berinvestasi di Kodak karena perusahaan tersebut menarik, memiliki kekayaan aset, dan kisah yang menakjubkan di bidang teknologi khususnya percetakan," kata founder Serengetu Jody LaNasa.

Selain Sengeti, adapula Bobst, perusahaan Swiss pembuat mesin untuk kotak kartu yang mau berinvestasi untuk Kodak. "Bobst tertarik untuk menggunakan teknologi percetakan digital Kodak dalam mengemas produk kami. Ini bakal jadi revolusi bagi produk kami," kata CEO Bobst Jean-Pascal.

Untuk fokus mengemas sensor smartphone, Clarke telah membentuk divisi baru, yakni Kodak Technology Solutions. "Tantangannya adalah, khalayak telah semakin beragam," kata Eric-Yves Mahe, kepala Kodak Technology Solutions.

Maksudnya, dengan keragaman teknologi dan cara pandang khalayak, maka makin menantang bagi industri teknologi untuk mengakomodir semua kebutuhan khalayak dalam satu produk. Kita tunggu saja kapan produk teranyar Kodak bakal direalisasikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X