Kompas.com - 27/03/2015, 11:46 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Pengadilan tertinggi Uni Eropa (CJEU) tak bisa berbuat apa-apa untuk menghadang aksi mata-mata dari pemerintah Amerika Serikat. Kuasa hukum komisi Eropa Bernhard Schima mengatakan, kecil kemungkinan untuk menghentikan gerakan negara adikuasa tersebut.

"Kau harus menutup akun Facebook jika kau punya," begitu kata Schima, sebagaimana dilaporkan Arstechnica dan dihimpun KompasTekno, Kamis (26/3/2015).

Perlu diketahui, masyarakat Uni Eropa sebelumnya mengeluh atas layanan lima raksasa teknologi Amerika Serikat yang dinilai lemah dalam melindungi privasi penggunanya. Kelimanya adalah Apple, Facebook, Microsoft, Skype, dan Yahoo.

Kelemahan tersebut diketahui dari kajian seorang aktivis privasi dari Austria, Max Schrems. Ia didukung oleh beberapa penghimpun dana untuk mengkaji data yang relevan di Jerman, Irlandia, dan Luxembourg.

Jika ditarik mundur, hal serupa telah dikemukakan mantan karyawan NSA Edward Snowden. Pria kontroversial tersebut mengungkap bahwa melalui layanan sembilan perusahaan teknologi basis AS, pemerintah AS mampu mengakses semua data pengguna di seluruh belahan dunia. Kelima perusahaan yang disebut Schrems masuk dalam sembilan negara yang dikemukakan Snowden.

Di dalam situs International Association of Privacy Professionals, Komisi Eropa juga mengakui bahwa jalan diplomasi yang ditempuh dengan pemerintah AS tampaknya tak bisa diandalkan untuk melepaskan Uni Eropa dari intaian negara Paman Sam tersebut.

"Diplomasi tak bisa menjamin proteksi untuk data pribadi warga Uni Eropa. Secara politik dan ekonomi kita punya kerangka yang penting dan masih dalam tahap negosiasi untuk kepentingan rakyat. Negosiasi ini telah berjalan 18 bulan dan belum mencapai titik temu," kata perwakilan Komisi Eropa.

Tak hanya Uni Eropa yang ketar ketir dengan serangan mata-mata AS. Sepuluh raksasa teknologi basis AS yang bermarkas di Silicon Valley pun sedang berjuang melawan tindakan semena-mena pemerintahannya.

Bergabung dalam koalisi yang disebut "The Reform Government Surveillance", kesepuluh perusahaan mengajukan 5 poin permohonan untuk pemerintahan AS. Intinya agar menghentikan aksi mata-mata ke pengguna layanan mereka. Sepuluh perusahaan yang dimaksud adalah Facebook, Twitter, Google, Apple, Evernote, Skype, Aol, Dropbox, LinkedIn, Microsoft, dan Yahoo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.