Ini Bukti Kopilot Germanwings Sengaja Tabrakkan Pesawat ke Gunung

Kompas.com - 27/03/2015, 13:33 WIB
|
EditorReza Wahyudi

"Ya, (termasuk CFIT) karena pesawat tidak sedang dalam kondisi hilang kontrol, dan dilakukan dengan sengaja dengan mengubah MCP," ujar pengamat penerbangan Gerry Soejatman saat dihubungi KompasTekno, Jumat (27/3/2015).

Hal tersebut juga sesuai dengan data yang ditunjukkan oleh Flightradar24 yang menyebut rate of descend Germanwings 4U9525 saat menurunkan ketinggian tergolong konstan (garis biru dalam grafik), yaitu antara minus 3.800 kaki hingga minus 4.000 kaki per menit.

Berbeda dengan bocoran data yang beredar pada kasus AirAsia Indonesia QZ8501. Saat itu, menurut rekaman data ADS-B, pesawat terjun dari ketinggian dengan rate of descend yang semakin besar, hingga 11.000 kaki per menit.

Penurunan ketinggian dengan rate of descend 4.000 kaki per menit itu masih tergolong dalam pengoperasian normal, dalam artian masih nyaman bagi penumpang.

Pesawat yang dalam kondisi darurat, seperti kabin dalam keadaan dekompresi, akan menurunkan ketinggian sesegera mungkin dengan rate of descend antara 7.000 dan 8.000 kaki per menit.

Dugaan bunuh diri

Jaksa Robin menyimpulkan, berdasarkan data di atas, kopilot dengan sengaja membawa pesawat jatuh. Selain itu, ia juga tidak mendengar ada suara kepanikan dari dalam kokpit, seperti saat dalam bahaya.

"Suasana di kokpit benar-benar sunyi, napas (kopilot) juga terdengar normal, biasa saja, tidak sedang dalam kondisi panik dan dia tidak mengatakan apa-apa. Sangat sunyi," demikian kata Robin.

Kopilot yang berkewarganegaraan Jerman itu pun, menurut tim investigasi, pernah mengalami depresi. Hal itu diketahui setelah tim investigasi memeriksa catatan kesehatan kopilot Germanwings 4U9525.

Walau demikian, pihak Lufthansa telah menegaskan bahwa kedua pilot yang mengawaki Germanwings 4U9525 dinyatakn sehat dan memiliki kualifikasi untuk menerbangkan A320.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.