BISNIS

"Data Center" Memang Boros Listrik, Ini Cara Menyiasati Supaya Hemat!

Kompas.com - 28/03/2015, 08:00 WIB
Energi yang digunakan untuk menggerakkan data center di seluruh dunia per tahunnya ternyata lebih besar daripada energi listrik yang dipakai oleh 10 juta rumah dalam setahun. www.shutterstock.comEnergi yang digunakan untuk menggerakkan data center di seluruh dunia per tahunnya ternyata lebih besar daripada energi listrik yang dipakai oleh 10 juta rumah dalam setahun.
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Inovasi terbaru di bidang data center ramah lingkungan yang digaungkan sebagai solusi efisiensi energi terus ditunggu-tunggu. Pasalnya, sudah bukan rahasia umum lagi jika data center sungguh boros listrik.

Hal tersebut memang tak bisa dimungkiri. Server di data center harus standby 24 jam sehingga memerlukan energi begitu besar.

Dilansir dari Kompas Tekno, menurut US Environmental Protection Agency pada Juli 2010, energi yang digunakan untuk menggerakkan data center di seluruh dunia per tahunnya ternyata lebih besar daripada energi listrik yang dipakai oleh 10 juta rumah dalam setahun. Kebutuhan tersebut bahkan lebih besar daripada kapasitas 20 pembangkit listrik tenaga batubara dalam setahun.

Pada hasil studi tersebut juga diperoleh fakta mencengangkan. Studi tersebut menyebutkan, bahwa data center menyebabkan polusi berupa emisi karbon dioksida sebesar lebih dari 70 juta ton. Untuk membersihkan polusi itu diperlukan sekitar dua miliar pohon.

Merunut pada penggunaan energi data center, ternyata keperluan terbesar berasal dari mesin pendingin. Selebihnya, komponen lain seperti peralatan komputer, peralatan komunikasi dan jaringan juga berkontribusi pada konsumsi listrik.

www.shutterstock.com Tingkat efektifitas penggunaan daya dapat dilihat dari Power Usage Effectiveness (PUE). PUE merupakan pengukuran total konsumsi daya data center yang dibagi dengan nilai catu daya yang digunakan oleh perlengkapan IT.
Cara menyiasati

Pada situs Schneider Electric disebutkan bahwa solusi paling memungkinkan adalah menyiapkan rancangan infrastruktur yang pintar. Infrastruktur tersebut diperkuat dengan program berkelanjutan disertai efisiensi energi dan manajemen infrastruktur yang efektif untuk sebuah data center.

Manajemen Infrastruktur Pusat Data atau Data Center Infrastructure Manajemen (DCIM) Struxureware dan Intelligent Building Management Systems (iBMS) merupakan solusi yang telah bertahun-tahun digunakan. Keduanya dipakai untuk mengoptimalkan efisiensi konsumsi listrik dari infrastruktur data center.

Pada dasarnya, dengan membuat memanfaatkan energi  yang modular, sistem tersebut dapat dengan mudah beradaptasi dengan pertumbuhan atau perubahan kebutuhan energi. Selain itu, diperlukan juga sistem manajemen energi yang menyediakan visibilitas dan pengontrolan energi pada berbagai level.

Efektifitas penggunaan daya

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X