Begini Cara Sony Pertahankan Bisnis Xperia

Kompas.com - 02/04/2015, 16:31 WIB
|
EditorReza Wahyudi

Dengan mengandalkan kaki-kaki bisnis Sony, Totoki San yakin Sony Mobile mampu memanfaatkan integrasi semua teknologi dalam produk-produk pintarnya. Strategi ini sejalan dengan konsep "Internet of Things" (IoT) yang rencananya bakal mulai terealisasi 2020 mendatang.

IoT memungkinkan semua benda terkoneksi satu sama lain. Raksasa teknologi terkemuka saat ini gencar menelurkan produk untuk mendukung IoT. Barangkali, dengan mengandalkan banyaknya kaki bisnis teknologi Sony, pabrikan Jepang ini bisa selangkah lebih mudah.

"Ke depannya kami akan membuat produk-produk yang lebih pintar. Smartphone bisa jadi core-nya. Semua akan terkoneksi satu sama lain," kata Totoki.

Saat ini pula, beberapa produk Sony telah menunjukkan "demo" kehidupan manusia mendatang dalam lingkup IoT. Contohnya integrasi antara Smart TV Sony, PlayStation (PS) 4, dan trio Xperia Z3 (Z3, Z3 Compact, Z3 Tablet Compact).

Sony juga sudah mengembangkan teknologi NFC (Near Field Communication) pada perangkat-perangkat buatannya. NFC memungkinkan berbagai perangkat Sony saling terhubung satu sama lain hanya melalui sentuhan. Speaker, smartphone, headset, TV, lensa kamera, semuanya terintegrasi melalui sensor sentuh.

Sony Mobile tak melulu tentang smartphone

Ada banyak perangkat-perangkat mobile yang bisa dikembangkan untuk mempermudah kegiatan manusia. Perangkat mobile tak selalu berarti smartphone, walau ia adalah perangkat pintar paling populer.

"Sony Mobile adalah elemen yang potensial untuk pengembangan bisnis," kata Totoki San.

Smartwatch adalah salah satu kategori bisnis mobile yang belakangan jadi populer. Semua vendor seakan berlomba menelurkan produk jam pintar. Menurut Totoki, wearable device memang potensial ke depannya.

Tak heran, beberapa tahun lalu sebelum para vendor memasuki ranah wearable device, Sony telah lebih dulu menelurkan smartwatch pertamanya. Belakangan, Sony juga menambah wearable device buatannya, mencakup gelang pintar dan kacamata augmented reality bernama SmartEyeGlass.

"Tak hanya smartphone atau smartwear. Selalu ada kemungkinan untuk ekspansi pasar. Ini untuk mendukung sinkronisasi dan kolaborasi telekomunikasi," Totoki San menjelaskan.

Tantangan Sony Mobile ke depannya, menurut Totoki San, bersumbu pada dua hal, yakni "menciptakan produk yang benar-benar baru dan layanan baru untuk pertumbuhan bisnis," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.