Ini Alasan Jangan Terlalu Mengandalkan Mesin Pencari

Kompas.com - 05/04/2015, 15:56 WIB
Logo Google GoogleLogo Google
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Berkembangnya akses internet memudahkan kita mencari tahu semua hal. Hanya mengandalkan kata kunci pada mesin pencari, informasi yang dibutuhkan sekejap diperoleh.

Kemampuan ini kerap membuat manusia merasa seakan tahu segalanya. Padahal, sebuah studi membuktikan sifat "sok tahu" pengguna internet bisa menyesatkan. Studi ini sekaligus memberi alasan untuk tidak terlalu mengandalkan informasi dari internet atau mesin pencari.

Dilansir KompasTekno, Sabtu (4/4/2015) dari DigitalTrends, psikolog dari Yale University bereksperimen dengan melibatkan 1000 siswa untuk mengetahui bagaimana internet mempengaruhi cara manusia berpikir. Dalam salah satu tes, ada dua grup yang diberi serentetan pertanyaan.

"Bagaimana cara kerja kancing tarik?" begitu salah satu contoh pertanyaan. Satu grup diberikan tautan ke sebuah situs pencari untuk mencari jawaban. Grup lainnya diberikan lembaran kertas berisi informasi terkait untuk menemukan jabawan.

Hasilnya, kedua grup membeberkan jawaban yang berbeda. Mereka yang diberi lembaran kertas dinyatakan lebih kritis mengemukakan jawabannya. Mereka menggabungkan antara informasi yang diperoleh dengan kemampuan intelektual.

Sedangkan, grup yang diberi tautan situs, memindai mentah-mentah jawaban dari tautan tersebut. Penelitian ini membuktikan bahwa manusia cenderung menaruh kepercayaan tinggi kepada informasi di internet. Seakan semua jawaban yang sumbernya berasal dari ranah maya memiliki kebenaran absolut.

Ini berbahaya bagi kemampuan berpikir kritis para generasi internet. Menurut hasil studi, dengan menemukan informasi melalui pencarian maya, seseorang merasa dirinya lebih pintar.

"Ini membuat pengguna lebih mudah bingung ketika harus memadukan pengetahuan dengan sumber eksternal. Pengguna internet lebih banyak keliru tentang informasi yang mereka ketahui dari internet. Ini mengindikasi betapa bergantungnya manusia terhadap internet yang tak selalu benar," kata Matthew Fisher, salah satu peneliti.

"Dengan internet, batasan antara apa yang kamu ketahui dan apa yang kamu pikir kamu tahu, menjadi kabur," ia menambahkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X