Kompas.com - 07/04/2015, 06:44 WIB
ilustrasi shutterstockilustrasi
|
EditorWicak Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan pajak baru merupakan salah satu sumber pendapatan bagi negara, namun pada sisi lain, persoalan pajak tersebut bisa jadi sesuatu yang menakutkan. Terutama ketika wacana pajak baru tersebut belum jelas.

Wacana pajak baru yang masih jadi pembicaraan hangat saat ini adalah pajak
untuk pemain e-commerce. Kendati sudah muncul wacana penerapan pajak, masih
belum jelas apakah yang akan terkena pajak tersebut nantinya e-commerce yang
sudah besar atau masih berupa start-up.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyoroti wacana tersebut. Dalam Forum
Usulan Roadmap E-Commerce Indonesia, di Hotel Double Tree, Senin (6/4/2015)
sore, asosiasi mengungkap sudah sewajarnya sebuah usaha itu dipajaki namun
pemerintah diharapkan memberi kemudahan berusaha bagi e-commerce dan lainnya
yang masih tergolong pada start-up (perusahaan rintisan).

"Bukan soal insentif pajaknya, kita (start-up) gak mau dikecualikan. Tapi
diberi kemudahan supaya orang filosofinya bilang 'gue mau buka e-commerce di
Indonesia'," jelas Ketua idEA Daniel Tumiwa saat ditemui usai acara.

"Ini infant stage dan ada perkecualian sektor. Perkecualian sektor itu selalu
ada di mana-mana. Yang kita perjuangkan adalah, bisa gak sektor ini
dikecualikan," imbuhnya.

Pria berkacamata ini menjelaskan lebih lanjut, harapannya pemerintah bisa
membangun suasana yang cocok untuk pertumbuhan perusahaan rintisan. Jangan
sampai anak muda yang memiliki ide merintis start-up justru mengembangkan
idenya di negara lain.

"Misalnya kalau ada anak ITB sekarang mulai (membangun start-up) dan dalam
tiga tahun bisa jadi seperti William Tanuwijaya (pendiri Tokopedia), dalam waktu
empat tahun sumbangan pajak dia akan jauh lebih besar dibandingkan kalau dia
dipajaki hari ini lalu besok perusahaannya tutup," jelas Daniel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"So, environment-nya harus dibikin supaya orang mau buka di sini. Kita
ngomongin start-up kok. Boro-boro punya orang keuangan atau orang untuk lapor
pajak," tegasnya.

Anak Muda Dirikanlah Start-Up

Daniel berpesan, jangan sampai wacana pajak baru mengenai e-commerce malah
membuat takut orang yang ingin mendirikan start-up baik e-commerce atau model
lainnya. Anak muda yang memiliki ide, justru dianjurkannya untuk mulai
mendirikan perusahaan rintisan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.