Kompas.com - 12/04/2015, 09:04 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
MEDAN, KOMPAS.com - Menggandeng 30 brand ponsel dan jaringan distribusi, Telkomsel berharap bisa meningkatkan jumlah pemakaian smartphone di jaringannya hingga mencapai 55 juta pada akhir 2015. Dari semua wilayah, ada 6 kota yang mendapat penekanan khusus dalam hal ini, yakni Jakarta, Bali, Medan, Surabaya, Bandung, dan Makassar.

Kota-kota di atas, kecuali Makassar, sudah mendapat "jatah" jaringan 4G LTE Telkomsel. Yang terbaru adalah Medan pada 2 April lalu.

"Satu yang krusial dan mendesak adalah migrasi dari pengguna non-smartphone. Di keenam kota itu, kami sudah targetkan akan mendapat tambahan 3 juta pelanggan smartphone sebelum Lebaran Juni nanti," kata Vice President Pre-paid and Broadband Marketing Telkomsel Ririn Widaryani dalam sesi wawancara dengan KompasTekno di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (11/4/2015).

Saat ini, menurut Ririn, Telkomsel telah memiliki 20 juta pelanggan yang memakai smartphone di kota tersebut. Melalui promo pembelian smartphone dengan bundling kartu Telkomsel, kerjasama dengan 30 brand dan jaringan distribusi diharapkan bisa menarik lebih banyak pengguna jaringan operator seluler tersebut agar beralih memakai ponsel pintar.

Kerjasama Telkomsel mencakup merek-merek ponsel global seperti BlackBerry, Samsung, dan Nokia, vendor lokal seperti Evercoss, dan jaringan gerai Erajaya dan Trikomsel macam Global Teleshop dan Okeshop.

"Kami akan menggelar promo-promo, seperti misalnya weekend sale di toko Okeshop di beberapa kota termasuk Medan," tambah Ririn.

Genjot data

Alasan Telkomsel mendorong pelanggan agar beralih ke smartphone tak jauh-jauh dari urusan konsumsi data seluler yang menjadi andalan masa depan operator seluler tersebut.

"Kita hanya bisa tumbuh dengan layanan data, dan itu datangnya dari smartphone, yang 3G dan 4G. Kita sudah bangun jaringan, sayang bila tidak terpakai. Jaringan 4G LTE juga sudah rollout," tambah Ririn.

Pelanggan Telkomsel sendiri sebagian besar masih menggunakan feature phone. Baru sekitar 40 juta yang memakai ponsel pintar. Ririn mengatakan bahwa potensi pasar smartphone di jaringannya masih besar, mencapai 77 juta.

"Dari angka itu, tahun ini kami baru menargetkan mengambil 16 juta untuk mencapai target jumlah pengguna smartphone hingga 55 juta pada akhir tahun 2015," katanya.

Hal itu pula yang dijadikan alasan oleh ririn supaya para pabrikan yang tergabung dalam kerjasama bundling Telkomsel tidak terlalu gontok-gontokkan bersaing dalam menjual produk masing-masing.

"Saya selalu sampaikan bahwa potensi smartphone Indonesia masih sangat besar. Di kandang Telkomsel saja masih besar banget. (Firma riset pasar) GFK saja memperkirakan tahun ini bakal terjual 40 juta unit smartphone di Indonesia," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.